Berkaca Pada Pesantren, UIN Malang Matangkan Rencana Belajar Tatap Muka Untuk Mahasiswa Baru

Jun 11, 2021 15:10
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, terus mematangkan rencana pembelajaran tatap muka atau pembelajaran secara luring, khususnya untuk mahasiswa baru. Hal itu disampaikan Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris, saat ditemui dalam kegiatan istigasah, khatmil quran, dan shalawat nabi  yang diturin digelar UIN Maliki Malang.

"Kita siapkan dan desain, kita belajar dari pesantren, pesantren kan offline (pembelajaran) dengan protokol kesehatan yang ketat," ungkapnya, Jumat (11/6/2021). 

Lebih lanjut dijelaskannya, jika dalam pembelajaran secara luring ini, memang dimatangkan untuk semester satu saja. Di mana semua mahasiswa baru wajib untuk masuk ke dalam Ma'had selama satu semester.

Kemudian untuk semester selanjutnya, ditegaskan Prof Abdul Haris, masih akan menjadi pertimbangan kembali apakah digelar pembelajaran luring dengan sistem blended dengan pembelajaran daring, atau justru sebaliknya, hanya pembelajaran daring sembari menunggu perkembangan.

"Kalau untuk semester selanjutnya belum berani. Karena apa, kita nggak bisa ngontrol karena sudah keluar (Ma'had). Meskipun mix juga, sebagian tentunya berada diluar kampus atau luar Ma'had, sehingga tak bisa dikontrol penuh, beda kalau di Ma'had," paparnya.

Dalam proses pembelajaran pada Ma'had nantinya, tentunya hal tersebut dilakukan dengan aturan ketat dan sesuai dengan ketetapan ataupun protokol kesehatan. Proses pembelajaran dalam Ma'had bisa blended dengan kapasitas yang disesuaikan dengan protokol kesehatan, seperti sebagai masuk dan sebagian online, namun tetap didalam Ma'had.

"Pengajarnya pun juga begitu, misalnya ada yang riwayat penyakit tertentu, tentunya kita tidak perkenankan mengajar langsung, kita imbau untuk melakukan pembelajaran daring saja agar lebih aman," tuturnya.

Sementara itu, dalam pemenuhan kebutuhan selama di dalam Ma'had, akan diupayakan tersedia dilingkungan kampus. Sehingga, dengan begitu, berbagai hal bisa dibeli dan dipenuhi tanpa harus keluar lingkungan kampus.

"Dengan begitu, insyallah lebih aman," pungkasnya.

Topik
Belajar Tatap MukaUIN Maliki MalangUIN MalangProf Abdul Haris

Berita Lainnya

Berita

Terbaru