Waspada Varian Virus Baru Covid-19 B1617, Pemkot Malang Perkuat PPKM Mikro

Jun 11, 2021 10:42
Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/wildpixel).
Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/wildpixel).

MALANGTIMES - Kasus Covid-19 yang belum juga usai hingga kini masih terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Terlebih, kini varian virus baru covid-19 B1617 telah masuk ke wilayah Jawa Timur, seperti yang ditemukan di daerah Bangkalan, Madura.

Hal inilah yang sekiranya menjadi kewaspadaan bagi Pemkot Malang agar varian baru tersebut tak sampai memasuki wilayahnya. Salah satu upayanya yakni dengan menguatkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, PPKM Mikro menjadi solusi yang tepat untuk mengantisipasi masuknya varian baru tersebut. Namun, tetap harus dibarengi dengan penguatan di sisi protokol kesehatan pencegahan covid-19 dan 3T (tracing, testing, treatment).

"Alhamdulillah belum ada (kasus covid-19 varian B1617 di Kota Malang). PPKM Mikro kita kuatkan serta 3T itu, testing, tracing dan treatment ,kita kuatkan," ujarnya.

Sutiaji menjelaskan, penguatan tersebut menyoal  sistem koordinasi dari tingkat atas hingga tingkat terbawah. Setiap hari laporan pengelolaan PPKM Mikro di setiap wilayah hingga tingkat RT atau RW harus berjalan. Termasuk juga untuk terus mengingatkan masyarakat Kota Malang agar senantiasa menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

“Kuncinya di tingkat RT dan RW. Kita mesti mengingatkan setiap sore di grup kami Balai Kota maupun pamong. Laporan laporan laporan, waspada covid-19,” ucapnya.

Lebih jauh, terkait kasus covid-19 di Kota Malang sendiri, Sutiaji menyebut terbilang fluktuatif. Artinya, ada kenaikan namun tidak terlalu tinggi. Seperti, kemarin (Kamis, 10/6/2021) terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 11 orang.

Dengan begitu, kini total jumlah kasus positif covid-19 di Kota Malang mencapai angka 6.788. Dari jumlah itu, pasien yang telah dinyatakan sembuh sejumlah 6.115, pasien yang telah meninggal dunia sebanyak 636, dan  yang masih dalam pemantauan sebanyak 37 orang.

"Penambahan kasus beberapa hari ini fluktuatif, masih bisa dikendalikan. Sampai sekarang BOR (bed occupancy rate) kita di angka 21,42 persen," pungkasnya.

Topik
pencegahan covid 19Wali Kota MalangWali Kota Malang Sutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru