Secara Virtual Tanggapi Dugaan Kasus di SPI Kota Batu, Kak Seto: Prihatin

Jun 10, 2021 19:45
Kak Seto saat melakukan live secara virtual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kamis (10/6/2021). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kak Seto saat melakukan live secara virtual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kamis (10/6/2021). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, memberikan tanggapannya secara virtual saat konferensi Pers di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kamis (10/6/2021). 

Kak Seto menanggapi dugaan adanya kekerasan seksual, fisik, dan eksploitasi ekonomi di SPI Kota Batu yang membuatnya turut prihatin.

“Kabar dugaan ini sangat viral, dan saya sangat prihatin. Karena sebelumnya saya pernah ke SPI kalau siswanya semangat, berprestasi hingga internasional,” ucapnya.

Bahkan Kak Seto sempat menyatakan jika sebaiknya SPI bisa menjadi model sekolah di Indonesia. Kemudian ia juga sempat kagum dengan pagelaran yang tidak ditampilkan oleh siswa yang ada di sekolah tersebut. 

Kak Seto pun meminta agar semua pihak menghargai asas praduga tak bersalah, dan menyerahkan masalah tersebut kepada Kepolisian RI sebagai institusi yang berwenang untuk mengumumkan yang apa yang terjadi di SPI.

“Percayakan pihak kepolisian dan mengedepankan perlindungan anak. Saya mendengar masukan, anak stres gak mau belajar dan pulang atas pemberitaan,” imbuhnya.

Menurutnya, SPI selama ini banyak melahirkan anak berprestasi. Dengan adanya pemberitaan terkait kasus yang kini terjadi membuat para siswa di sana tertekan. Bahkan rencananya Kak Seto akan bertandang ke Kota Batu melihat kondisi para siswa yang ada di SPI Kota Batu.

Tujuannya memberikan pendampingan agar anak-anak tidak stres. “Insyallah datang ke Kota Batu melihat kondisi anak-anak. Jangan sampai anak-anak stres dengan adanya pemberitaan,” tambah pria yang juga psikolog anak.

Topik
seto mulyadi kak setosekolah selamat pagi spidugaan kekerasan di spi kota batusekolah ternama kota batudugaan kekerasan spi di kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru