Banyak Alat Deteksi Tsunami Rusak karena Usia Tua

Jun 08, 2021 20:44
Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sirine penanda datangnya tsunami yang dipasang sekitar 10 tahun lalu kini sudah memasuki masa senja. Bahkan sudah banyak yang mengalami kerusakan hingga tidak lagi berbunyi untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang bermukim di pesisir pantai.

Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa sirine untuk peringatan dini tsunami kepada masyarakat dipasang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tetapi dengan usia 10 tahun, diperkirakan sirine tersebut telah rusak.

“Sirine itu sudah dipasang 10 tahun lalu dan dihibahkan oleh pemda dan kami juga menyumbangkan untuk pemda tetapi jumlahnya sedikit. Ternyata sekarang banyak yang rusak,” kata Dwikorita usai membuka sekolah lapang gempa bumi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Selasa (8/6/2021).

Oleh karena itu, BMKG saat ini sedang memutar otak agar sirine tersebut dapat kembali aktif agar bisa berguna bagi masyarakat. Terutama dalam kondisi saat ini, yakni terdapat potensi gempa bumi dahsyat dan tsunami besar di selatan Jawa.

“Sirine itu sparepart-nya (suku cadang, red) sudah tidak keluar lagi. Usianya sudah 10 tahun sehingga mulai rusak dan aus. Juga beberapa sirine tidak berbunyi,” sambung Dwikorita.

Kini, peremajaan sirine akan segera dilakukan. Namun sirine yang akan digunakan bukan seperti 10 tahun lalu yang dipasang karena dianggap terlalu mahal harganyadan  perawatannya sulit. 

Rencananya akan didatangkan sirine menggunakan teknologi tepat guna produksi dalam negeri yang bisa dimaksimalkan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat. “Yang akan kami pasang itu tidak harus seperti sirine 10 tahun lalu. Terlalu mahal. Kami akan ganti dengan produk dalam negeri agar pemda bisa lebih mampu menyiapkan dan memelihara,” terang dia.

Topik
Alat Deteksi TsunamiBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)Lomba gotong royong desa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru