Ratusan Driver Ojol di Kota Malang Kembali Jalani Vaksinasi Covid-19

Jun 08, 2021 19:40
Salah satu driver ojek online Gojek yang sedang mendapatkan vaksin covid-19 AstraZeneca di RSIA Husada Bunda Jalan Pahlawan Trip, Kota Malang, Selasa (8/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Salah satu driver ojek online Gojek yang sedang mendapatkan vaksin covid-19 AstraZeneca di RSIA Husada Bunda Jalan Pahlawan Trip, Kota Malang, Selasa (8/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Ratusan driver ojek online (ojol) di Kota Malang secara bertahap menjalani proses vaksinasi. Apalagi mereka termasuk kelompok yang rentan tertular covid-19 karena kontak dengan masyarakat yang berbeda-beda.

Salah satunya yang tampak di RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Husada Bunda di Jalan Pahlawan Trip, Kota Malang pada Selasa (8/6/2021). Ratusan driver ojol Gojek silih berganti masuk ke ruangan vaksinasi untuk disuntikkan vaksin covid-19 AstraZeneca. 

Koordinator Satgas Bagian Lapangan Operasional Gojek Kota Malang Iswahyudi mengatakan, bahwa vaksinasi para driver ojol akan dilakukan secara bertahap.  Pihaknya juga akan menyesuaikan kuota yang telah disediakan  Dinas Kesehatan Kota Malang. Sebelumnya,  pada Jumat (4/6/2021) telah dilakukan vaksinasi terhadap 900 driver ojol di RST Soepraoen, Kecamatan Sukun, Kota Malang.  

"Hari ini ada 275 mitra yang dijatah vaksin. Dibagi dalam dua hari sampai besok Rabu (9/6/2021)," ungkapnya. 

Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan bentuk partisipasi para diveri ojol dalam mencegah persebaran covid-19, khususnya di Kota Malang. "Diharapkan setelah para driver ojol divaksin, mereka bisa lebih dipercaya dalam memberikan layanan sehari-hari," kata Iswahyudi. 

Driver ojol Gojek saat mengantri pemeriksaan kesehatan awal.

Salah satu driver ojol, yakni Agus Setiawan (42), mengaku, setelah menjalani proses vaksinasi, dirinya tidak merasakan perubahan berarti. Ia mengaku juga tidak takut saat vaksinator menyuntikkan vaksin covid-19 AstraZeneca. "Alhamdulilah ini sebagai ikhtiar bersama juga dari gojek untuk keselamatan dan kesehatan mitra drivernya," ujarnya. 

Dengan divaksin, artinya juga dapat menambah kepercayaan diri dalam melayani penumpang maupun varian layanan lainnya agar masyarakat juga tidak takut terhadap  kondisi para driver ojol. "Karena selama ini masih ada yang takut-takut sama kita. Contohnya  disuruh naruh barang dengan dicantolkan di pagar," ungkapnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelayanan Vaksinasi Covid-19 RSIA Husada Bunda Istimintorowati mengatakan bahwa pelayanan vaksinasi bagi para driver ojol dibuka mulai pukul 12.00 WIB hingga ditutup pukul 15.00 WIB. "Tidak ada persiapan khusus, sama saja dengan pelayanan kelompok lain. Sebisa mungkin kita hindari kerumunan," katanya. 

Nantinya vaksin AstraZeneca yang disuntikkan kepada para driver ojol akan dilakukan dua kali. Jarak antara dosis pertama dengan dosis kedua yakni 12 minggu. 

Selain itu, Istimintorowati menambahkan,  gejala KIPI (kejadian ikutan pasca-imunisasi) pasti dirasakan oleh seluruh masyarakat yang telah menjalani vaksinasi, baik itu KIPI ringan maupun berat.  "Ada isu yang bikin orang takut. Saya luruskan kalau gejala-gejala KIPI seperti nyeri di lengan atau demam adalah hal wajar. Kalau misal panas demam, sakit kepala, boleh konsumsi obat penurun panas," pungkasnya.

Topik
Wisata Kediridriver ojol di Kota MalangVaksinasi Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru