Dioperasikan Bulan Depan, DLH Kota Malang Perkuat Pelatihan Petugas Sanitary Landfill TPA Supit Urang

Jun 08, 2021 09:57
Tumpukan sampah di TPA Supit Urang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Tumpukan sampah di TPA Supit Urang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Proyek Sanitary Landfill yang digadang-gadang sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang bakal segera dijalankan.

Rencananya, Juli 2021 mendatang, proyek tersebut akan mulai difungsikan. Guna menunjang kesiapan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang saat ini tengah melakukan pelatihan kepada sejumlah 60 petugas khusus.

Petugas-petugas inilah, yang nantinya bakal mengoperasikan Sanitary Landfill tersebut. Hal ini dijelaskan Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto.

"Jadi sebelum pengoperasian yang Insya Allah sekitar bulan Juli itu. Kita lakukan pelatihan lagi di Juni ini, ada 60 petugas, termasuk operator alat-alat berat," ujarnya.

Pelatihan itu terus dilakukan, mengingat proses pengoperasian Sanitary Landfill itu sendiri, kata Wahyu, perlu pengetahuan khusus. Apalagi, proyek pengelolaan sampah senilai ratusan miliar tersebut memakai beberapa teknologi yang baru.

Sehingga, pelatihan tersebut nantinya akan memudahkan petugas mengenali sistem agar bekerja dengan baik. Sebab, pengelolaan sampah dengan Sanitary Landfill ini memunculkan gas metan yang cukup membahayakan apabila tidak diketahui secara benar pengelolaannya.

"Jadi persiapan-persiapannya juga harus matang. Mulai dari pengoperasian alat-alat berat, terus pemilahan sampah, ada juga yang untuk bagaimana pembuang di landfillnya itu,  dan banyak lainnya," jelasnya.

Lebih jauh, menurut Wahyu, hal tersebut terus dimaksimalkan sembari menunggu fasilitas-fasilitas penunjang lainnya sebelum difungsionalkan secara resmi pada Juli 2021 mendatang.

"Alat berat juga belum dikirim, nanti Insya Allah bulan Juli itu. Tapi kita sudah mencoba mulai fasilitas, di sana kan ada jembatan timbangnya. Jadi mengukur berapa sih beratnya, tonasenya sampah setiap hari itu," pungkasnya.

Untuk diketahui, proyek Sanitary Landfill yang menelan dana mencapai Rp 195 Miliar ini merupakan kerja sama dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan Pemerintah Jerman dalam Program Emission Reduction in Cities-Solid Waste Management (ERIC-SWM).

Dengan dioperasionalkan teknologi tersebut, maka penampungan sampah di TPA Supit Urang paling tidak mampu bertahan selama kurang lebih 6 hingga 7 tahun.

Topik
sanitary landfillDLH Kota MalangWahyu SetiantoTPA Supit UrangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru