Viral Rekaman Wanita Seksi di Turen Dianiaya, Aksi Terekam CCTV

Jun 07, 2021 19:49
Tangkapan layar video (akun Instagram @Ngalamlop)
Tangkapan layar video (akun Instagram @Ngalamlop)

MALANGTIMES - Viral di media sosial Instagram seorang wanita dipukul dan ditendang oleh seorang pria. Video tersebut diunggah oleh akun @Ngalamlop, Minggu (6/6/2021) kemarin. Informasinya, video itu berasal dari rekaman CCTV salah satu gerai toko di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Dalam video tersebut terlihat jelas ada dua orang lawan jenis yang diduga memiliki hubungan lebih dari teman. Video itu memiliki stempel waktu pada 4 Juni 2021, atau hari Jumat pekan lalu. Kemudian, waktu kejadian video tersebut sekitar pukul 21.41 WIB.

Diduga sejoli itu terlibat cek-cok atau pertengkaran mulut dan menyebabkan sang cowok naik pitam.

Karena seperti tidak ingin dipegang oleh wanitanya, pria yang masih menggunakan helm itu kemudian memukuk wanita itu. Tak cukup sampai di situ, si pria juga menendang wanita yang mengenakan pakaian cukup minim itu.

Karena kesakitan, si wanita kemudian terduduk bersimpuh menahan rasa sakit dan mengeluh. Namun si pria justru terlihat tetap mengeluarkan kata-kata tanpa menolong wanita tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, sekitar 1135 komentar telah singgah di unggahan tersebut. Mayoritas, komentar warganet menyayangkan yang dilakukan oleh si pria.

Bahkan beberapa komentar lain juga men-tag akun resmi Instagram Polres Malang agar segera ditindaklanjuti.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Turen Kompol Suko Wahyudi mengaku belum menerima laporan dugaan penganiayaan yang tengah viral di media sosial tersebut. Namun pihaknya akan berupaya untuk melakukan penyelidikan.

“Belum ada laporan terkait itu (penganiayaan yang viral, red). Sementara ini kami masih akan lakukan penyelidikan,” kata Suko Wahyudi, Senin (7/6/2021).

Mengenai video tersebut, Suko pun tak ingin berspekulasi terkait yang ada pada video tersebut. Hal itu karena pihaknya belum menerika laporan. “Kami harus tahu dari pemeriksaan saksi, dan korban juga harus lapor dulu,” ungkap Suko.

Dalam kasus penganiayaan yang sama sebelumnya, Suko berpesan agar korban tidak takut untuk melaporkan kepada Kepolisian. Agar kasus tersebut dapat segera tertangani.

Pihaknya juga belum mengetahui apakah keduanya merupakan keluarga, suami istri atau pacaran. “Kalau itu KDRT ranahnya nanti ke PPA. Dan kalau ada laporan itu langsung visum, kan ada bekasnya jika itu penganiayaan,” jelas dia.

Topik
Berita MalangKasus Penganiayaansuko wahyudi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru