Siap-Siap! Si Melon Ijo Bakal Awasi Kenakalan Agen Penjual Elpiji 3 Kg di Kota Malang

Jun 07, 2021 11:56
Suasana launching aplikasi "Si Melon Ijo" di NCC Balai Kota Malang, Senin (7/6/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana launching aplikasi "Si Melon Ijo" di NCC Balai Kota Malang, Senin (7/6/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Penggunaan elpiji bersubsidi atau lebih dikenal sebagai elpiji melon berwarna hijau ukuran 3 kg rupanya menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pasalnya, pemanfaatan elpiji bersubsidi tersebut kerap  tak tepat sasaran. 

Banyak masyarakat mampu di Kota Malang justru ikut memakai elpiji tersebut. Padahal, hal itu tidak semestinya dilakukan.

Melihat kondisi itulah, Pemkot Malang secara khusus mengeluarkan inovasi pemantauan bernama "Si Melon Ijo" atau Sistem Monitoring Evaluasi dan Koordinasi Elpiji Tiga Kilo. Aplikasi tersebut di-launching langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji pada Senin (7/6/2021) di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang.

"Kami berikan apresiasi, jangan sampai berhenti di sini. Terus dikawal nilai manfaatnya agar bisa berkembang," ujar Sutiaji.

Menurut dia, pengendalian berkaitan tabung elpiji 3 kg tersebut amatlah penting. Tak hanya sebatas melihat sebaran dan monitoring saja, tetapi bagaimana pangkalan juga bisa sesuai dalam pendistribusiannya. Sehingga, masyarakat Kota Malang juga bisa memperoleh manfaat dari adanya aplikasi tersebut.

"Kita tahu bahwa yang memanfaatkan tabung hijau ini untuk khusus orang-orang terbatas. Manfaat yang lebih nanti juga kepada masyarakat. Sehingga terjadinya fluktuasi harga karena ada kelangkaan ketersediaan bisa diminimalisasi," terangnya.

Lebih jauh, Asisten Perekonomian dan Pembangungan Sekretariat Daerah Kota Malang Diah Ayu Kusuma Dewi menambahkan, aplikasi "Si Melon Ijo" tersebut sebagai upaya dalam meningkatkan sinergitas pemantauan terkait elpiji bersubsidi. Sehingga, laporan yang masuk dengan apa yang terjadi di lapangan bisa berjalan sesuai dan tak berisifat periodik. Artinya, setiap minggu akan terdapat pemantauan yang mumpuni di masing-masing lokasi agen dan pangkalan.

"Agen bisa meng-input setiap hari, pangkalan juga bisa menginput setiap hari, sehingga kita bisa melihat stok ketersediaan elpiji di masing-masing lokasi tersebut per minggu," tambahnya.

Saat ini, ada 20 agen dan 601 pangkalan yang bakal dipantau dalam pendistribusian elpiji 3 kg tersebut. Diharapkan, melalui aplikasi ini, pemakaian elpiji 3 kg bisa tepat sasaran. Yakni, sasaran penggunaan elpiji 3 kg tersebut hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro.

"Asumsinya rumah tangga miskin itu 1 bulan 4 tabung. Untuk usaha mikro itu, asumsinya 1 bulan 1 tabung. Dan sasaran-sasaran ini hanya boleh mengambil dari pangkalan saja, tidak boleh mengambil dari lainnya," pungkas Diah.

Topik
Elpiji Melongas elpiji 3 kilogramKreasi TwitterPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru