Antisipasi Ancaman Mass Tourism, TNBTS akan Gencar Berikan Edukasi Wisata Alam

Jun 06, 2021 21:40
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Novita Kusuma Wardani, Sabtu (5/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Novita Kusuma Wardani, Sabtu (5/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

JATIMTIMES - Dalam mengantisipasi permasalahan umum yang dapat berpotensi muncul semacam ancaman mass tourism seperti adanya sampah dan degradasi jalur wisata, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan gencar memberikan edukasi wisata alam secara menyeluruh. 

Di mana permasalahan mass tourism wisata menjadi 10 permasalahan umum yang dipaparkan oleh pihak Balai Besar TNBTS dan berpotensi terjadi di kawasan TNBTS. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar TNBTS Novita Kusuma Wardani mengatakan bahwa memang perlu edukasi berlebih utamanya terkait penyadaran bagi calon wisatawan yang akan menikmati kawasan TNBTS. 

"Yang paling penting itu edukasi bagaimana menyadarkan calon pengunjung berwisata alam ini tidak sekedar menikmati alam. Tapi  kami berharap lebih kepada wisatawan itu untuk mendapatkan nilai-nilai dan pengalaman lebih ketika berwisata di kawasan konservasi," ungkapnya kepada awak media. 

Lanjut Novita bahwa pemberian edukasi kepada para calon wisatawan TNBTS juga dapat melalui para pemandu wisata atau tour guide. "Kita juga inginnya semakin banyak tour guide yang paham tentang Taman Nasional," ujarnya. 

Sehingga, dengan para pemandu wisata yang memahami swcara menyeluruh terkait kawasan TNBTS merupakan kawasan wisata yang juga merupakan kawasan konservasi, para wisatawan dari luar negeri maupun dalam negeri akan lebih memahami terkait kondisi alam di kawasan TNBTS. 

"Sehingga saat ada turis, dia bisa memberikan penjelasan, tidak hanya keindahan kawasan tetapi bagaimana manfaat dan fungsinya untuk masyarakat ataupun lingkungan sekitarnya," ujarnya. 

Selain kepada para pemandu wisata, pihak Balai Besar TNBTS juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat adat sekitar dan mengajak para komunitas untuk lebih memahami terkait keberadaan kawasan TNBTS. 

"Kami mengajak teman-teman komunitas, kemudian masyarakat adat, kemudian pelaku jasa wisata untuk ayo sama-sama kita ingin wisata ini memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat. Tapi juga kita tidak ingin alam kita rusak. Itu yang harus diantisipasi," jelasnya. 

Selain itu, pihaknya juga menerapkan pembatasan kuota yang bertujuan untuk mengontrol wisatawan yang telah memasuki kawasan TNBTS. 

Hal itu merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya dampak negatif dari mass tourism wisata. Dan juga dapat memerikan kesan lebih mendalam bagi para pengunjung kawasan TNBTS. 

"Kalau kita ada pembatasan itu, justru semakin eksklusif dan semakin dalam kesan yang didapatkan oleh pengunjung," pungkasnya.

Topik
Taman Nasional Bromo Tengger SemeruWisata Bromo Tengger Semeru

Berita Lainnya

Berita

Terbaru