Teliti Retensi Placenta pada Sapi Perah, Mahasiswa Asal Pujon Ini Jadi Lulusan Terbaik Unisma

Jun 06, 2021 11:52
Mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma), Yustian Dwi Cahyo melalui penelitian skripsinya, tentang kajian kasus retensi placenta akibat infeksi dan faktor pakan pada sapi perah mengantarkannya menjadi mahasiswa terbaik tingkat Fakultas Peternakan dan tingkat universitas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma), Yustian Dwi Cahyo melalui penelitian skripsinya, tentang kajian kasus retensi placenta akibat infeksi dan faktor pakan pada sapi perah mengantarkannya menjadi mahasiswa terbaik tingkat Fakultas Peternakan dan tingkat universitas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) Yustian Dwi Cahyo melalui penelitian skripsinya tentang kajian kasus retensi placenta akibat infeksi dan faktor pakan pada sapi perah, mengantarkannya menjadi mahasiswa terbaik tingkat Fakultas Peternakan dan tingkat universitas

Mahasiswa asal Pujon, Kabupaten Malang ini meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) sebesar 3,94. Mahasiswa yang merupakan putra dari pasangan  Ra'i dan Suryanti ini lulus dengan predikat dengan pujian dan dengan lama studi 7 semester.

Dijelaskan Yustian, jika penelitian yang ia lakukan bermula dari banyak kasus retensi placenta yang terjadi di daerahnya. Akan tetapi, selama ini belum ada yang melakukan kajian mendalam terkait hal tersebut. Dianggap hal tersebut terjadi lantaran kurangnya pergerakan sapi. 

Terlebih lagi, di daerahnya banyak masyarakat peternak yang jarang untuk melepaskan ternaknya di luar kandang. Aktivitas pemberian pakan dan lainnya banyak dilakukan para peternak di dalam kandang tanpa melepaskan hewan ternaknya. Padahal dengan melepaskan-liarkan hewan ternaknya, hal tersebut bagus untuk hewan ternak melakukan exercise. 

"Dianggap kurang exercise saja, belum ada yang meneliti sampai ke pakan. Tapi kemudian saya melakukan kajian apakah di faktor pakan apa mampu untuk mempengaruhi retensi placenta. Dan dari hasil penelitian saya ternyata faktor pakan juga mempengaruhi retensi placenta," beber mahasiswa yang juga peternak ini.

"Di sana banyak kasus sapi perah yang mengalami retensi placenta, sehingga saya kemudian melakukan penelitian untuk mencari solusinya," imbuhnya. 

Lebih lanjut dijelaskannnya, jika mengenai pakan yang berpotensi retensi placenta bisa saja lantaran kekurangan  makro atau mikro mineral. Hal itu kemudian berpengaruh pada imunitas sapi perah. Dan sebaliknya, jika pakan yang disediakan mengandung makro atau mikro mineral, maka hal tersebut akan berpengaruh pada imunitas tubuh sapi yang semakin kuat melawan serangan penyakit.

"Kalau pakan sapi perah kan ada dua. Konsentrat dan pakan hijau. Kalau konsentrat dia penguatnya, sumbernya mineral, vitamin dan lain-lain, ada banyak jenis, kalau yang hijau dia adalah seratnya, serat untuk kebutuhan energi. Yang ini bisa bentuknya rumput gajah, jagung, kacang-kacangan dan yang lain," papar pria yang kini telah bekerja di Koperasi SAE Pujon ini.

Karena itu, solusi terbaiknya menghindari retensi placenta adalah dengan memberikan pakan terbaik serta sebisa mungkin untuk menyempatkan melepas ternak di luar kandang untuk upaya menghindari retensi placenta.

Topik
Mahasiswa Unisma Malangmahasiswa terbaik fakultas ternak unismakasus retensi placenta sapi perahfighting tournament

Berita Lainnya

Berita

Terbaru