Selama Pandemi Covid-19 Tahun 2020, 196.391 Wisatawan Kunjungi TNBTS

Jun 05, 2021 17:49
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Novita Kusuma Wardani (dua dari kanan) saat mengisi sarasehan bersama rekan media, Sabtu (5/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Novita Kusuma Wardani (dua dari kanan) saat mengisi sarasehan bersama rekan media, Sabtu (5/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

JATIMTIMES - Selama pandemi covid-19 yang berlangsung tahun 2020, tercatat  196.391 wisatawan berkunjung ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang berlokasi dan membentang di empat wilayah: Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Lumajang. 

Hal itu dipaparkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar TNBTS Novita Kusuma Wardani ketika memberikan pengarahan dalam acara sarasehan bersama rekan-rekan media di hall Balai Besar TNBTS Jalan Raden Intan Nomor 6, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

"Rinciannya, 193.733 orang wisnu (wisatawan Nusantara, red) dan 2.658 orang wisman (wisatawan mancanegara, red)," ungkapnya, Sabtu (5/6/2021). 

Setidaknya berdasarkan data yang dipaparkan oleh pihak Balai Besar TNBTS, data pada  2020 itu merupakan data kunjungan terendah selama lima tahun terakhir. 

Terlihat pada tahun 2016 jumlah kunjungan untuk wisnu berjumlah 424.391 orang dan  wisman 30.409 orang. Lalu pada  2017, jumlah kunjungan ke kawasan TNBTS berjumlah 623.895  wisnu dan 23.568  wisman. 

Selanjutnya pada  2018 merupakan catatan tertinggi kunjungan ke TNBTS selama lima tahun terakhir. Yakni 800.130 wisnu dan 25.076 wisman. Terakhir untuk tahun 2019, kunjungan ke TNBTS sedikit menurun, yakni sebanyak 699.021  wisnu dan 22.061 wisman. 

Jumlah kunjungan itu membuat jumlah PNBP (penerimaan negara bukan pajak) juga mengalami angka yang fluktuatif sesuai banyak sesikitnya jumlah kunjungan ke kawasan TNBTS. 

Setidaknya pada tahun 2016 jumlah PNBP  Rp 18.120.987.218. Lalu tahun 2017 sebesar Rp 21.998.787.714. Kemudian 2018 sebesar Rp 26.179.112.649. Untuk  2019 sebesar Rp 22.859.776.986. Dan yang terakhir untuk tahun 2020 sebesar Rp 6.418.797.000.  "Kalau PNBP memang turun dari yang Rp 26 miliar (tahun 2018, red) menjadi sekitar Rp 6 miliar (tahun 2020, red)," ujarnya. 

Meskipun terjadi penurunan jumlah PNBP dari kunjungan wisatawan ke TNBTS, Novita menyebut hal itu tidak berdampak pada pengelolaan kawasan TNBTS.  "Kalau untuk pengelolaan TNBTS sih nggak ada masalah meskipun PNBP-nya turun karena kami kan pengelolaannya anggaran dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara, red)," terangnya. 

Sementara itu, terdapat tujuh destinasi wisata yang menjadi jujukan para wisatawan di kawasan TNBTS. Yakni Gunung Semeru, Pananjakan, Laut Pasir, Bukit Teletubbies, Bukit Kedaluh, Bukit Cinta, dan Pura Ponten. 

Selain untuk pemanfaatan pariwisata, kawasan TNBTS juga akan terus dijaga kelestariannya dan keasriannya. Karena selain menjadi jujukan destinasi wisata, TNBTS juga merupakan kawasan konservasi. 

"Bromo selama ini dikenal dengan konsep wisata. Tapi ini juga merupakan kawasan konservasi.  Kawasan konservasi ini harus dijaga untuk menjaga dari perubahan iklim," pungkasnya.

Topik
TNBTSKasus PKL MalioboroWilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

Berita Lainnya

Berita

Terbaru