Sinkronisasi Terapan Vokasi, 60 Guru Adaptif SMK dari 11 Provinsi Jalani Diklat di BBPPMPV BOE Malang

Jun 04, 2021 17:25
Guru kimia yang mendapatkan materi mengenai pengelasan (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Guru kimia yang mendapatkan materi mengenai pengelasan (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - 60 perwakilan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari 11 provinsi menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Terapan Vokasi bagi Guru Adaptif SMK di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang.

60 guru SMK tersebut berasal dari SMK yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan dan Barat, Maluku dan Maluku Utara, NTT maupun NTB.

1

PLT Kepala BBPPMPV BOE Malang, Dr Ir Abdul Rochim MM, menjelaskan, adanya diklat ini didasari oleh salah satu permasalahan yang dihadapi guru SMK. Saat ini, guru SMK adaptif kurang memahami bagaimana tentang hubungan antara mata pelajaran adaptif dan produktif sehingga hal itu membuat kesulitan dalam menghubungkan materi pelajaran adaptif dengan mata pelajaran produktif.

"Guru adaptif ini adalah guru fisika, guru kimia, guru matematika dan guru bahasa Inggris. Nah ini kita sinkronisasi dengan produktif, contohnya guru bahasa Inggris yang dilatih dalam bidang konstruksi. Sehingga dimaksudkan bagaimana dalam konstruksi bisa diterjemahkan dalam bahasa Inggris secara benar. Mata pelajaran ini diterapkan langsung pada kejuruan," jelasnya.

Dalam diklat akan diajar oleh para Widyaswara selama dua minggu mulai tanggal 2 Juni 2021 sampai tanggal 12 Juni 2021. Dalam proses diklat akan menggunakan dua model pendekatan, yakni model mono program keahlian dan model multi program keahlian. Program ini didesain dengan perbandingan 16 sampai 30 persen teori dan 70 sampai 84 persen praktik.

2

Masing-masing guru adaptif, mendapatkan materi yang beragam. Seperti halnya guru matematika dan fisika, mereka juga mendapatkan mengenai praktik teknik konstruksi dan properti, teknik mesin dan listrik, teknik otomotif hingga teknik informatika maupun beberapa materi lain. Hal itu pun berlaku untuk guru kimia dan bahasa Inggris.

Dengan adanya diklat ini, tentunya akan memperluas wawasan dan pengetahuan praktis bagi para guru SMK yang mengampu mata pelajaran adaptif khususnya di bidang matematika, fisika, kimia dan bahasa Inggris. Sehingga dengan hal tersebut dapat mengaplikasikan langsung pembelajarannya dengan penerapan pengetahuan adaptif dalam terapan vokasi.

3

"Tentunya kompetisi guru akan meningkat, mereka lebih implementatif. Ketika mereka pulang mereka sudah bisa menyebarkan pembelajaran yang berbasis terapan, yang itu berimbas pada siswa didiknya, sehingga tidak hanya teori saja, namun lebih pada ke dunia kerja," bebernya.

Sementara itu, salah satu guru dari SMKN 2 Kupang, Andrianus Ngongo menambahkan, jika adanya kegiatan ini memang membantu meningkatkan kapasitas guru SMK. Jika selama ini pembelajaran hanya adaptif, dengan diklat ini pihaknya mengakui mendapatkan pengetahuan baru bahwa siswa bisa diajar dengan menggunakan konten-konten vokasi sesuai dengan jurusan siswa. 

4

"Ini sudah pelatihan hari ketiga. Kita hari ini mendapatkan materi tentang konstruksi, pembuatan batako, mulai dari bahan hingga alat-alat yang dibutuhkan hingga langkah-langkah kerja," pungkas Andrianus yang merupakan seorang guru bahasa Inggris ini.

Topik
pendidikan vokasiProgram Pendidikan Vokasipembatalan hajiBBPPMPV BOE Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru