Dugaan Kekerasan Seksual di SPI, Alumni Akui Adanya

Jun 03, 2021 18:32
SMA SPI di Jl Raya Pandanrejo, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
SMA SPI di Jl Raya Pandanrejo, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Menggelindingnya kasus dugaan kekerasan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), memunculkan berbagai reaksi dan pernyataan. Tak terkecuali dari salah satu alumni SMA SPI

Salah satu perempuan alumni SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang tak ingin disebut nama dan asal daerahnya, membagikan kisahnya saat berada di sana. Tidak hanya sekolah, usai lulus ia memilih untuk bekerja hingga awal bulan Januari tahun 2021 lalu. 

Mulanya ia enggan untuk bercerita, namun memberanikan diri untuk bercerita. Bermula, alumni ini bersekolah pada tahun 2013, kemudian lulus di tahun 2016 silam. Setelah lulus ia memilih untuk tetap di sana karena berkeinginan untuk bekerja di tempat tersebut.

Setelah mengabdi kurang lebih 5 tahun, ia memilih untuk berhenti dari pekerjaan tersebut. Lebih tepatnya berhenti bekerja pada awal tahun 2021 lalu. 

“Kalau di tempat lain maksimal 8 jam kerja, tapi beda di sana melebihi dari delapan jam,” ucapnya. 

Karena dirasa tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang membuatnya tidak bisa bertahan di sana. Bukan hanya masalah kerja yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan, dirinya juga merasakan kekerasan hingga eksploitasi ekonomi. Bukan hanya dia, tetapi juga yang lainnya.

“Pernah mengalami kekerasan, tapi takut untuk cerita. Dan apa yang diberitakan itu benar,” ujarnya.

Kemudian siswa di sana tidak diperkenankan untuk banyak berinteraksi dengan orang luar. Menurutnya, di sana layaknya seperti membentuk ekosistem sendiri.

“Bahkan di sana saya sangat jarang menerima pembelajaran. Pernah saat itu ada try out, tapi saya diajak rapat sama yang punya sekolah ke Surabaya. Jadi gak ikut try out,” jelasnya.

Bahkan waktu digunakan untuk mengisi kegiatan di sana karena merupakan tempat wisata. Seperti pentas atau menghibur wisatawan yang datang. Sehingga banyak dari mereka yang menjadi terima tamu. 

“Beredarnya pemberitaan saya doakan yang terbaik,” tutupnya.

Topik
alumni sma spi kota batukisah kekerasan di spi kota batudugaan kekerasan ekonomiDugaan Kekerasan Seksualberita spi kota batuwawali bung edi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru