962 Calon Jamaah Haji Kota Malang Harap-Harap Cemas

Jun 03, 2021 09:13
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19. (Foto: APH/HO/Saudi Ministry Of Media).
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19. (Foto: APH/HO/Saudi Ministry Of Media).

MALANGTIMES - Pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) tanah air yang tak kunjung menuai kejelasan membuat  962 calon jamaah dari Kota Malang juga harap-harap cemas.

Itu karena, meski pelaksanaan ibadah haji dan umrah tahun 2021 ini kembali digelar di tengah pandemi covid-19, nyatanya nasib calon jamaah haji asal Kota Malang yang telah mendapat porsi pemberangkatan tahun lalu dan tahun ini masih harus menunggu informasi lebih lanjut.

Terlebih, beredar kabar bahwasanya calon jamaah haji dari Indonesia tidak mendapatkan kuota melaksanakan ibadah Rukun Islam ke 5 tersebut untuk tahun ini.

Kasi Penyelenggara Haji Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Amsiyono mengatakan, semestinya pemberangkatan calon jamaah haji sudah dilakukan sejak H+10 Idul Fitri. Namun hingga kini belum satu pun dari para calon jamaah yang bisa berangkat.

Meski begitu, ia menyebut pemerintah pusat masih mengusahakan agar calon jamaah dari Indonesia dapat diberangkatkan untuk ibadah haji walaupun dengan waktu keberangkatan yang semakin mepet.

"Menteri Agama terus berkonsultasi kepada presiden. Jadi, yang menentukan nanti presiden. Sampai saat ini belum ada surat apa pun,  apakah dalam waktu yang sangat singkat ini bisa (diberangkatkan) yaa terserah pemerintah. Cuma tinggal keputusan presiden saja," ujarnya.

Padahal, 962 calon jamaah haji dari Kota Malang, menurut Amsiyono, sejatinya telah siap sejak tahun 2020 lalu. Termasuk menyelesaikan semua persyaratan administrasi. Hanya menunggu kepastian dari pemerintah akan jadi tidaknya para calon jamaah tersebut diberangkatkan.

"Kami memang diminta mengumpulkan paspor dan lain-lain. Itu saja dan sudah terpenuhi. Secara administrasi sudah, relatif tidak ada kendala. Siap semua," imbuhnya. 

Lebih jauh,  apakah ada pemangkasan jumlah calon jamaah haji yang bakal diberangkatkan, juga belum ada kejelasan. Namun, jika memang ada pembatasan kuota, maka Kemenag juga akan menyesuaikan dengan Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpusat (Siskohat).

"Berubah tidaknya kuota, wong tidak ada pengumuman. Saya tetap menyiapkan 962 jamaah seperti tahun kemarin karena itu yang berhak masuk porsi. Perkara ketentuannya nanti yang berangkat hanya 50 persen, ya kami siapkan. Tapi siapa yang berangkat, tidak dari saya, harus dari pusat," ucap Amsiyono.

Dengan situasi saat ini, Amsiyono mengharapkan masyarakat bisa lebih memahami. Keputusan resmi pemerintah pusat akan segera diumumkan.

"Tetap sabar. Apa pun keputusan pemerintah, itu yang terbaik bagi jamaah. Sekarang berangkat misalnya, tapi tidak leluasa beribadah di sana, kan juga tidak nyaman akhirnya," pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian kuota jemaah haji 2021 untuk Indonesia. Pemerintah Arab Saudi  baru memberikan izin masuk 11 negara, yakni Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, Swedia, dan Swis.

 

Topik
Calon Jamaah HajiCalon Jamaah Haji MalangPenyelenggaraan Ibadah Haji dan UmrahKemenag

Berita Lainnya

Berita

Terbaru