Viral di Medsos, Parkir di Malioboro Bertarif Rp 20 Ribu!

Jun 02, 2021 08:47
Kawasan Malioboro di Yogyakarta. (Foto: Ayoyogya.com)
Kawasan Malioboro di Yogyakarta. (Foto: Ayoyogya.com)

INDONESIATIMES - Kawasan wisata di Kota Yogyakarta kembali menjadi sorotan di media sosial (medsos). Setelah harga menu lalapan yang dianggap terlalu mahal, belum lama ini viral di medsos soal tarif parkir di lokasi wisata nol kilometer-Malioboro.

Rena Deska Physio, seorang pengguna Facebook, yang mengeluhkan soal tarif parkir mahal Malioboro di grup Info Cegatan Jogja (ICJ). Menurut Rena, ia dan suami mengalami kejadian itu pada Minggu 30 Mei 2021 pukul 23.30 WIB di Jalan KH Ahmad Dahlan.

"Itu sy parkir tepat di dekat museum sonobudoyo yg barat kantor Bank BNI," tulisnya.

Saat itu Rena mengaku syok ketika melihat nominal tarif karcis parkir mobil senilai Rp 20 ribu. Padahal, menurut dia, pada hari-hari biasa, tarif parkir hanya seperempatnya atau Rp 5 ribu.

"Apa krn semalam kondisi Malioboro dan sekitarnya lg rame dan jg banyak wisatawan," kata Rena "Pdhl suami sy jg sudah mengatakan bahwa org jogja dan pakai mobil plat AB. Ehh msh saja di todong sesuai karcis. Kasian yg para wisatawan," sambungnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho pun memberikan tanggapan.  Agus menyebut bahwa layanan lokasi parkir tersebut dipastikan ilegal. Agus juga menyampaikan bahwa oknum juru parkir (jukir) sudah diminta mengembalikan uang parkir setelah diintai dan diamankan oleh jajarannya. "Itu curi-curi, kucing-kucingan. Jadi ilegal," kata Agus. 

Agus lantas meyakini layanan parkir ilegal itu muncul saat patroli rutin jajaran Dishub berlalu. Oleh sebab itu, ia turut mengimbau kepada masyarakat agar teliti dan tidak sembarang parkir di tempat yang telah terpasang rambu larangan parkir.

Sementara Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan bahwa kasus getok tarif ini sudah dilimpahkan ke Polresta Yogyakarta. Sang jukir diduga telah melanggar ketentuan dalam Perda Kota Yogyakarta No.2/2019 tentang Perparkiran dengan mematok harga parkir di luar aturan.

"Selain itu, tidak berizin dan tidak punya legalitas untuk menarik pungutan apa pun. Maka masuk kategori pungli, sehingga penanganan lebih lanjut kita arahkan ke polresta dengan Tim Saber Punglinya," tulis Heroe dalam keterangannya pada Selasa (1/6/2021) malam. 

Pemkot Yogyakarta lantas berharap agar wisatawan tak segan untuk bertanya maupun melapor saat menemukan kejadian yang tak semestinya seperti ini. Laporan bisa disampaikan melalui petugas Jogoboro, satpol PP, maupun Dishub yang banyak berjaga di lokasi wisata.

Menyikapi kejadian ini, Pemkot Yogyakarta turut berpesan kepada para wisatawan agar memarkirkan kendaraan di tempat resmi yang telah disediakan di seputaran kawasan Malioboro.

Topik
Malioboro YogyakartaMalioboroSkuad Singo EdanPemkot Yogyakarta

Berita Lainnya

Berita

Terbaru