Laka Laut Kerap Terjadi di Bulan Mei, BPBD Kabupaten Malang Akan Koordinasi Lintas Sektor

Jun 01, 2021 19:21
Proses evakuasi korban laka laut di Kabupaten Malang (foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Proses evakuasi korban laka laut di Kabupaten Malang (foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang akan melakukan koordinasi dan evaluasi dengan pengelola wisata terkait keamanan pengunjung di sejumlah objek wisata khususnya pantai.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengatakan, bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pengelola wisata karena beberapa minggu terakhir terjadi insiden laka laut. Bahkan beberapa korban dilaporkan meninggal dunia, baik ketika langsung ditemukan atau beberapa hari kemudian.

“Sebenarnya, untuk safety tempat wisata di pantai sebetulnya sudah ada larangan dan rambu, di mana pengunjung boleh melakukan aktivitas wisata dan tidak,” ucap Bambang Istiawan.

Bukan hanya pengelola wisata, BPBD Kabupaten Malang akan berkoordinasi juga dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Perumda Jasa Yasa, hingga Perhutani. Agar ke depan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang sedang berlibur.

“Memang laka air itu bisa terjadi sewaktu-waktu, tapi dengan kondisi sekarang ini yang telah banyak memakan korban, maka kami akan koordinasikan lebih lanjut agar pengelola memperhatikan safety, dan pengunjung aman dan nyaman,” ungkapnya.

Sebelumnya, kejadian laka laut di Kabupaten Malang terjadi hampir beruntun pada bulan Mei 2021, bahkan sampai menelan korban jiwa. Seperti, pada Sabtu (15/5/2021) lalu, seorang pengunjung obyek wisata Pantai Sendiki, Desa Tambakrejo, Sumbermanjingwetan, yakni Yuda (19) warga jalan Kebon Agung, Singosari, terseret ombak dan baru ditemukan keesokan harinya dalam kondisi tidak bernyawa.

Setelah itu, enam wisatawan terseret ombak di pantai Batu Bengkung, Desa Gajahrejo, Gedangan, pada Rabu (26/5/2021) lalu. Keenam korban tersebut merupakan rombongan wisatawan yang berbeda, yaitu rombongan dari Kota Batu, Mojokerto Kota, dan Mahasiswa Institut KH Abdul Chalim, Kabupaten Mojokerto. Bahkan, satu korban yang bernama Dimas Riza Nurul Hakim (21) rombongan asal kota Batu, hingga saat ini masih belum ditemukan.

Sementara, peristiwa terbaru terjadi Minggu (30/5/2021) kemarin, di mana dua orang warga Kabupaten Gresik menjadi korban ganasnya ombak di pesisir Pantai Malang Selatan. Satu diantaranya tewas terseret hingga Pantai Kondang Merak, dan satunya berhasil selamat dengan kondisi luka-luka.

Topik
laka lautbulan meibulai meiBPBD Kabupaten Malangban motor pecah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru