Ternyata Bekas Makam Korban Perang, Masyarakat Gelar Selamatan di TKP Kecelakaan yang Tewaskan 8 Orang

Jun 01, 2021 16:36
Suasana selamatan masyarakat di TKP kecelakaan (foto: istimewa)
Suasana selamatan masyarakat di TKP kecelakaan (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Masyarakat adat Suku Tengger, Gubuklakah, Ngadas, Kecamatan Poncokusumo dan warga Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang Selasa (1/6/2021) menggelar selamatan di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan mobil bak terbuka (pikap) di Jalan Raya Dusun Simpar, Desa Wringinanom yang menewaskan 8 orang beberapa hari lalu.

Puluhan warga tersebut menggelar kegiatan tepat di pohon yang menjadi saksi bisu kecelakaan maut yang menewaskan 8 orang itu. Bahkan karena berada di pinggir jalan, polisi dan TNI setempat melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Selamatan itu digelar untuk memanjatkan doa kepada Tuhan, semoga kejadian yang sama tidak terjadi kembali di area itu,” ungkap Kepala Desa (Kades) Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Achmad Muslimin Selasa (1/6/2021).

Muslimin menjelaskan bahwa alasan pihaknya menggelar selamatan itu karena di TKP tersebut adalah perlintasan wisatawan yang ingin berlibur ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Sehingga ia tidak ingin hal itu terjadi kembali.

“Memang banyak arus kendaraan di area ini. Maka, semoga dengan acara ini kedepan tidak terjadi lagi peristiwa yang sama,” harap dia.

Menurut Muslimin, kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut sudah terjadi dua kali. Hal itu terjadi pada tahun lalu, dan menewaskan satu orang.

“Berdasarkan sejarah masyarakat, area TKP kejadian itu dulunya adalah makam korban perang melawan Belanda,” kata Muslimin.

Dalam acara tersebut yang juga tepat pada Hari Lahir Pancasila, sekelompok masyarakat yang melakukan selamatan itu terlihat nampak kompak. Bahkan ternyata mereka tidak hanya dari kalangan satu agama tertentu, melainkan membaur menjadi satu dan memanjatkan doa berdasarkan keyakinan masing-masing.

“Ada yang membawa ayam ingkung, tumpeng, serta bunga tujuh rupa. Kemudian kami makan bersama dan bunganya ditabur di area kejadian perkara,” jelas Muslimin.

Diberitakan sebelumnya, kendaraan pikap yang mengangkut ibu-ibu arisan dari Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang menuju Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Dusun Simpar, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (26/5/2021) lalu.

Akibatnya, sebanyak 8 dari 14 orang tewas pada peristiwa itu. Penyebabnya karena sopir mengantuk dan sempat terlelap saat menyetir. Sehingga kendaraan tidak mengarah sesuai jalur dan menabrak pohon di pinggir jalan.

Kini sopir kendaraan pikap itu, Muhammad Asim (44), warga Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang akibat lalai dalam berkendara.

Topik
iakan guramiketum dpp partai golkarKecelakaan maut

Berita Lainnya

Berita

Terbaru