Bermain Plorotan di Selokan, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal di Sungai Metro

Jun 01, 2021 13:39
Pihak keluarga yang mendampingi jenazah bocah atas nama Nabhan Zulfadli Irsa (7) di dalam mobil ambulans, Selasa (1/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Pihak keluarga yang mendampingi jenazah bocah atas nama Nabhan Zulfadli Irsa (7) di dalam mobil ambulans, Selasa (1/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Bocah 7 tahun bernama Nabhan Zulfadli Irsa yang ditemukan sudah tidak bernyawa di Sungai Metro, Desa Jatisari, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, diketahui sebelumnya bermain plorotan. Nabhan diketahui bermain plorotan di selokan Jalan Bandulan Gang VI, Kota Malang saat hujan deras. Jarak antara bocah bermain plorotan dengan ditemukan sekitar 9 kilometer.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh kakek Nahban Zulfadli Irsa, Slamet, 55, warga Jalan Bandulan Gang IV, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Slamet mengungkapkan bahwa awal mula kejadian korban yang terseret arus sepanjang sembilan kilometer di sepanjang Sungai Metro mulai dari sekitaran Jalan Bandulan Gang VI itu ketika hujan deras, korban sedang hujan-hujanan bersama dua teman lainnya. 

"Awalnya itu kemarin anaknya hujan-hujanan anak tiga. Hujan-hujanan deras main-main plorotan di selokan di dekatnya Toko AKP Bandulan Gang 6. Terus sudah terang anak dua sudah balik, terus yang satu itu cucu saya nggak ada," jelasnya kepada MalangTIMES.com, Selasa (1/6/2021). 

Berdasarkan informasi yang diterima MalangTIMES.com keberadaan awal ketiga bocah yang sedang hujan-hujanan terekam kamera CCTV (Closed Circuit Television) di sekitaran Toko AKP, Jalan Bandulan Gang VI, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Slamet pun mengaku, bahwa dirinya mengetahui cucunya telah menghilang sekitar pukul 17.45 WIB atau ba'da Maghrib. Sebelumnya, korban telah berpamitan kepada pakdenya untuk pergi bermain. 

"Saat hujan-hujanan pamitan sama pakdenya. Tahunya (hilang, red) jam 17.45 WIB setelah Maghrib. Kok nggak pulang cucu saya, terus saya cari muter-muter sampai ketemu tadi pagi," terangnya. 

Lanjut Slamet, bahwa cucunya yang duduk di kelas 1 SDN 4 Bandulan ini sehari-harinya dititipkan kepadanya saat kedua orang tuanya sedang bekerja. "Saat orang tua kerja suka dititipkan ke saya. Rumahnya di Bandulan gang 8, saya di Bandulan gang 4," ujarnya. 

Slamet mengaku dirinya juga sempat menanyai dua teman dari korban yang turut serta bermain hujan-hujanan bersama cucunya tersebut. "Katanya waktu itu nggak tau, katanya hanya pisah nggak tahu ke mana. Mainnya kalau hujan-hujanan di selokan. Dapat info ditemukan sekitar jam 6," pungkasnya. 

Sebagai informasi sekitar pukul 10.45 WIB, jenazah korban telah selesai dilakukan Visum et Repertum (VeR) di Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang dan dibawa menuju rumah duka.

Topik
Berita Malangsusilowatibocah terseret sungai

Berita Lainnya

Berita

Terbaru