Kisah Pilu Pasangan Suami Istri yang Anak-anaknya ke Sekolah Tak Bersepatu

Jun 01, 2021 10:17
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)

INDONESIATIMES - Program berbagi Ngedum Ojir JatimTIMES Network tak henti memberikan sedikit bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, kisah memprihatinkan sekaligus menggugah hati pada episode Ngedum Ojir datang dari Roni Wijaya.

Diceritakan jika Roni merupakan kuli lepas dan tidak mendapatkan penghasilan tetap. Roni memiliki 5 orang anak. 

Diawali dengan sambutan, Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus, tim Ngedum Ojir pun menyambangi persinggahan Roni di Dusun Lemah Duwur, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Tiba di kediaman Roni, tim Ngedum Ojir tampak disambut bersama anak-anaknya. Terlihat kondisi rumah yang masih beralaskan tanah. 

Firdaus dan tim juga bertemu dengan istri Roni yakni Nurhayati. Firdaus lantas menanyakan jumlah anak Roni dan Nurhayati. 

"Anaknya 4, aslinya 5 tapi yang kembaran ini dibawa adik," ujar Nurhayati. 

Dari 4 anak itu, 3 anak saat ini duduk dibangku sekolah dasar. Roni mengatakan jika saat ini ia berusia 40 tahun. 

Sementara Nurhayati berusia 36 tahun. Firdaus pun lantas mulai menanyakan pekerjaan dari Roni. 

"Sehari-harinya ya seadanya pak, ya kuli bangunan, juga mencari rongsokan," cerita Roni.

Roni mengatakan jika penghasilannya tidak tentu. 

"Biasanya sehari Rp 35 ribu, atau Rp 25 ribu tergantung kondisi, kalau banyak ya dapat banyak, kalau ndak ya ndak," kata Roni. 

Roni pun mengatakan jika penghasilan tersebut kurang cukup memenuhi kebutuhan keluarganya. Kemudian, Firdaus bertanya apa cita-cita Roni memiliki banyak anak. 

Roni pun berharap jika kelak anak-anaknya tidak seperti orangtuanya. "Berusaha menyekolahkan sebisanya," katanya. 

Firdaus pun meminta izin untuk melihat kondisi rumahnya. Yang lebih menyedihkannya, keluarga mereka harus tidur di lantai yang beralasan tanah dan diberi karpet. 

Selain itu, anak-anak Roni harus rela berangkat ke sekolah tanpa sepatu atau alas kaki. Firdaus pun lantas melihat kondisi rumah Roni. 

terlihat kondisi kamar yang sangat kotor dan lembab. Bagian tembok pun tampak berjamur.

Kemudian, kondisi kamar mandi dan dapur yang kecil dan kotor serta berantakan. Hingga akhirnya, tim Ngedum Ojir memberikan bantuan kepada Roni senilai Rp 1 juta. 

Bantuan ini diharapkan bisa membantu untuk menambah biaya hidup keluarga. 

"Matur suwun pak, (terima kasih pak; red)," ujar Roni. 

"Alhamdulillah," tambahnya. 

Selain itu, anak pertama Roni bernama Yanti juga mendapat hadiah smartphone untuk sekolah daring dari Universitas Islam Malang (UNISMA).

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk “Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman”.

Topik
ngedum ojirJatimtimes NetworkLazuardi FirdausUniversitas Islam MalangKabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru