Dugaan Kekerasan Seksual di SMA SPI, DP3AP2KB Kota Batu: Besok Visum

May 30, 2021 10:57
Ilustrasi.
Ilustrasi.

BATUTIMES - Dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait terus bergulir. Atas dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pemilik SMA SPI berinisial JE itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batu (DP3AP2KB) mengaku siap memberi pendampingan. 

Pendampingan itu bakal diberikan kepada para korban juga kepada sekolah SPI Kota Batu. Pasalnya, dalam kasus tersebut diduga ada 15 orang (perempuan) menjadi korbannya.

Sebelumnya, pada saat pelaporan ke Polda Jatim, Arist juga bersama kepala DP3AP2KB MD Furqan mendampingi tiga korban. 

Furqan mengatakan, SPI merupakan salah satu sekolah favorit yang sudah terakreditasi A. Di sana banyak terdapat siswa berprestasi dengan jiwa entrepreunership dari anak-anak kurang mampu.

“SPI ini adalah SMA yang mana di bawah naungan Dinas Pendidikan Jawa Timur. Tetapi di sini ada fungsi perlindungan anak sehingga kami datang ke Surabaya untuk melakukan pendampingan,” ucapnya.

Pada Senin (31/5/2021) rencananya pihaknya bakal mendampingi korban untuk dilakukan Visum et Repertum. “Hari Senin besok saya akan mendampingi korban Visum et Repertum,” tambah Furqan.

Dugaan kasus tersebut mencuat setelah Komnas PA bersama tiga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jatim. Sebab kejahatan seksual itu telah dilakukan berulang-ulang kali.

Korbannya mencapai 15 orang yang saat itu bersekolah di sana. Kejadian itu diduga berlangsung mulai tahun 2009 sampai tahun 2020 silam. Sedangkan korbannya siswa dari beragam daerah. Yakni Madiun, Blitar, Kutai, Palu, Kudus, dan sebagainya.

Laporan kasus dilakukan langsung ke Polda Jatim lantaran permasalahan yang besar. Dan laporan tersebut kini sudah masuk pada SPKT Polda Jatim.

Topik
Kekerasan Seksualsekolah ternama kota batuPolda Jatimhyotan lampKota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru