Disnaker-PMPTSP Kota Malang Akan Gelar Simulasi Virtual Terkait Penerapan OSS RBA

May 29, 2021 14:29
Kepala Bidang Pengendalian Pengaduan Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Dandung Djulharjanto saat ditemui MalangTIMES.com, Rabu (24/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kepala Bidang Pengendalian Pengaduan Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Dandung Djulharjanto saat ditemui MalangTIMES.com, Rabu (24/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang akan segera menggelar simulasi penerapan Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS-RBA) secara virtual. 

Kepala Bidang Pengendalian  Pengaduan Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan bahwa kegiatan simulasi penerapan OSS-RBA secara virtual tersebut akan digelar pada akhir  Mei ini. 

"OSS RBA ini berbasis risiko. Nanti 31 Mei Senin depan ini, akan ada simulasi secara virtual. Jadi, simulasi virtual ini terkait dengan pelaksanaan OSS RBA-nya nanti," ungkapnya. 

Pihak yang dilibatkan dalam simulasi penerapan OSS-RBA secara virtual untuk sementara ini ditujukan kepada para pegawa Disnaker-PMPTSP Kota Malang.  "Simulasi sementara dari (pegawai, red) Disnaker-PMPTSP Kota Malang saja. Jadi, setiap daerah diberikan hak akses (OSS-RBA, red) yang adanya di Disnaker-PMPTSP itu. Simulasi hanya berlangsung satu hari," terangnya. 

Terlebih lagi Disnaker-PMPTSP telah mengirimkan satu orang pegawai untuk mengikuti pelatihan khusus penerapan OSS-RBA. "Kami juga sudah ngirim satu orang untuk mengikuti pelatihan khusus OSS RBA ini. Tapi secara berkala, teman-teman nanti saling menularkan itu," katanya. 

Dandung menjelaskan, tujuan dilakukannya simulasi penerapan OSS-RBA secara virtual ini bagi pegawai Disnaker-PMPTSP Kota Malang yakni untuk memperkenalkan kebijakan terbaru dari pemerintah pusat.  "Jadi, pada saat 2 Juli diterapkan (OSS RBA), itu sudah nggak kaget. Jadi, simulasi singkatlah nanti. Katakanlah dashboard-nya nanti seperti ini, untuk NIB (nomor induk berusaha, red) seperti ini, proses perizinan berusaha seperti ini," jelasnya. 

Hal itu pun merupakan penyesuaian dari ditetapkannya Undang-Undang Cipta Kerja yang menurut Dandung terjadi banyak perubahan yang signifikan, khususnya pada persoalan perizinan. 

Dandung memberikan contoh terkait nantinya jika OSS RBA diterapkan. Salah satu yang mengalami perubahan yakni kepemilikan modal awal pelaku usaha saat mengurus izin usaha. 

"Jadi, sekarang sudah OSS. Berapa pun nilai modalnya kalau untuk izin usaha. Ya mohon maaf, katakanlah ada orang mau buka warung pecel. Kalau dia mengajukan izin usahanya, ya melalui OSS," ujarnya.  

Penerapannya sendiri akan dimulai pada  2 Juni 2021 yang merupakan tahapan uji coba. Lalu berselang satu bulan, tepatnya pada  2 Juli 2021, OSS-RBA akan diterapkan di Kota Malang. 

Nantinya, jika OSS RBA diterapkan, pihaknya berharap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selanjutnya pelaku usaha juga diharapkan dapat menyiapkan dan memproses izin usaha melalui OSS-RBA. 

Lalu diharapkan pelaku usaha dapat memanfaarkan fasilitas perizinan berusaha melalui OSS-RBA dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan investasi di Kota Malang. Berangkat dari iklim investasi yang terus meningkat, juga dapat membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Malang dan masyarakat Malang Raya pada umumnya. 

"Kemudian bisa meningkatkan perekonomian daerah yang saat ini terpuruk karena adanya pandemi covid-19. Bisa bangkit lagi dengan lebih baik," pungkasnya.

Topik
Disnaker PMPTSP Kota MalangSeni tradisional di Kota BatuEra DigitalPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru