Waktu Terasa Berlalu Begitu Cepat Jadi Tanda Kiamat Sudah Dekat? Begini Penjelasan Ilmiah dan Pesan Rasulullah SAW!

May 28, 2021 09:12
Ilustrasi JatimTIMES
Ilustrasi JatimTIMES

MALANGTIMES - Dahulu waktu terasa begitu lama. Sehari saja bisa terasa sudah beberapa hari, namun banyak aktifitas yang bisa dilakukan. Tetapi saat ini, banyak yang mengeluh. Waktu berjalan terasa begitu cepat saat dan hal ini merupakan sebuah pertanda.

Lalu, pertanda apakah itu? dan bagaimana sains melihat fenomena ini? serta apakah semua orang merasakan fenomena ini? dan benarkah hanya orang dewasa yang bisa merasakan hal ini?, Simak ulasannya berikut ini yang dilansir dari suaradotcom, Islam populer, saifulmaarif dan beberapa sumber lain.

Terkadang, ketika seseorang beraktifitas memainkan game melihat film, memainkan hp ataupun media sosial, tak menyadari jika mereka telah menghabiskan waktu hingga berjam-jam lamanya dan bahkan bisa saja mulai pagi hingga malam.

Mengenai hal ini, terdapat banyak komentar. Bahkan ada mereka yang berkomentar mengenai begitu cepatnya waktu, seperti, "perasaan baru kemarin tahun baru, sudah tahun baru lagi". Namun mengenai hal itu, ternyata merupakan sebuah tanda akhir zaman atau kiamat. 

Hal ini sudah disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. "Tidak akan terjadi kiamat, sehingga waktu terasa pendek, maka setahun dirasakan seperti sebulan. Sebulan dirasakan seperti sepekan, sepekan dirasakan seperti sehari dan sehari dirasakan seperti satu jam, dan satu jam dirasakan seperti satu kilatan api" (HR Tirmidzi).

Ibnu Hajar menjelaskan, bahwa maksud dari hadits tersebut, adalah hilangnya keberkahan hidup. Harta yang ada tidak berguna dan habis begitu saja.

Abu Anas Shadiq dalam bukunya Al Fitan Wa Asyraf  Al Sa'ah menjelaskan, penyebab hilangnya keberkahan hidup karena orang-orang banyak melakukan maksiat.

Mengenai waktu yang cepat berlalu ini, sudah dilakukan penelitian oleh para ilmuwan. Berlalunya waktu begitu cepat sesuai dalam hadits Rasulullah, ternyata terbukti secara ilmiah.

Harun Yahya, seorang cendekiawan muslim menjelaskan, bahwa terdapat getaran bumi dan geosfer konduktif. Freskuensi mendasar ini, dikenal dengan detak jantung dunia dan disebut juga sebagai resonansi schuman. Resonansi ini penting karena membungkus dunia. Oleh karena itu, alam terus terjaga, begitu juga seluruh kehidupan diefeknya yang terus diukur oleh pisau fisika terkemuka di dunia.

Pada 1950, resonansi schuman di UI kur pada skala 7,8 hz. Nilai tersebut dianggap konstan. Namun pada tahun 1980 terjadi perubahan. Resonansi schuman diukur diatas 11 hz dan Harun Yahya mengatakan, bahwa angka ini akan terus bertambah, sehingga waktu 24 jam akan terasa singkat.

Penelitian yang di publikasikan dalam jurnal Eouropian Review, dijelaskan bahwa waktu cepat berlalu dihubungkan dengan usia. Ketika masih kecil, semua hal-hal yang berkaitan dengan hal baru, akan menjadi fokus. Hal-hal baru itulah yang kemudian membentuk ingatan dalam pikiran. Dan ketika mengingat itu, akan membuat waktu terasa lambat.

Hal ini juga meningkat seiring berjalannya remaja. Semakin tua, memori yang dibuat semakin sedikit dan kehidupan yang dijalani adalah sebuah repetisi. Hal ini membuat periode waktu berjalan terasa lambat.

Hal itu juga senada seperti peneliti yang bernama Adrian Bejan eorang ahli Fisika Eropa ternama. Ia menjelaskan, bahwa semakin manusia beranjak dewasa maka mereka akan merasa waktu semakin cepat berlalu.

Topik
waktuTanda Akhir ZamankiamatRasulullah SAW

Berita Lainnya

Berita

Terbaru