Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, 260 Dosen dan Staf ITN Malang Divaksinasi AstraZeneca

May 27, 2021 14:35
Wakil Rektor I Bidang Akademik ITN Malang, Dr F Yudi Limpraptono ST MT (Ist)
Wakil Rektor I Bidang Akademik ITN Malang, Dr F Yudi Limpraptono ST MT (Ist)

MALANGTIMES – Menyongsong penerimaan siswa baru dan juga pembelajaran tatap muka, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 260 dosen dan staf dengan vaksin AstraZeneca CTMAV546. 

Vaksinasi ini merupakan kali pertama dan dilakukan selama dua hari di UMM Medical Center 25 dan 27 Mei 2021.

Wakil Rektor I Bidang Akademik ITN Malang, Dr F Yudi Limpraptono ST MT menjelaskan, vaksinasi merupakan upaya meminimalisasi penyebaran Covid-19. Selain itu hal ini juga menyongsong penerimaan mahasiswa baru maupun juga pembelajaran tatap muka.

Dalam kegiatan vaksinasi tersebut, pihaknya mengapresiasi para dosen dan staf. Sebab, mereka begitu antusias sejak adanya pendaftaran yang dimulai bulan Maret hingga hari dilaksanakan vaksinasi. 

“Saya salut, dosen dan staf ITN antusias datang dan antre untuk mendapatkan vaksin. Mereka juga terlihat tetap mematuhi protokol kesehatan. Tidak perlu takut ya, saya hari ini juga sudah divaksin. Prosesnya cepat, tidak sakit,” ujar Yudi.

Dengan divaksinnya sivitas akademika ITN Malang, maka Yudi optimis bulan September semua siap menyongsong penerimaan mahasiswa baru dan seluruh pegawai baik staf maupun dosen bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa.

“Bulan Agustus jadwal vaksin kedua. Sehingga September mendatang, jika diizinkan oleh pemerintah harapannya perkuliahan sudah offline. Kalau belum diizinkan, atau masih ada yang keberatan (offline), maka kami akan menjalankan hybrid learning (pembelajaran campuran),” jelas Yudi.

2

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian ITN Malang, Nuning Irawati A.Md mengatakan, ITN Malang mengajukan vaksin untuk sivitas akademika kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Sebanyak 260 dosen dan staf yang terdata lewat institusi akan menerima vaksin jenis AstraZeneca dengan nomor batch (kumpulan produksi) CTMAV546.

“ITN dapat vaksin AstraZeneca CTMAV546. Kemarin saya sudah berkonsultasi dengan dokter mengenai kode AstraZeneca 546. Vaksin kode ini aman digunakan, sehingga dosen dan staf ITN tidak perlu ragu. Ini (vaksinasi) adalah program pemerintah, semua harus dapat vaksin untuk melindungi diri dari Covid-19,” tegas Nuning yang ditemui di hari kedua pemberian vaksin, Kamis (27/05/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Nuning, jumlah yang ikut vaksinasi tersebut memang tidak semua dari jumlah dosen dan staf. Pasalnya, sebagian sivitas akademika ITN Malang sudah mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu sebelum jadwal vaksinasi institusi. Mereka mendapat vaksin dari tempat pasangannya bekerja. Ada juga sebab lain seperti, kondisi punya penyakit bawaan dan masih adanya ketakutan dengan vaksin jenis AstraZeneca. 

“Kami tidak bisa memaksa bagi yang masih takut dengan vaksin AstraZeneca. Padahal kasus yang terjadi akhir-akhir ini adalah jenis AstraZeneca kode 547, dan itu sudah ditarik oleh pemerintah. Namun kebanyakan yang tidak ikut vaksinasi lewat institusi, karena sudah mendapatkan terlebih dahulu di tempat lain,” katanya.

3

Sementara itu, ITN Malang akan menerima dua tahap vaksin. Tahap pertama pada bulan Mei dan tahap kedua pada Agustus 2021 mendatang. Bagi peserta yang akan menerima vaksin, maka prosedurnya adalah datang, mengisi biodata, melakukan pendaftaran, kemudian masuk ke ruang screening. Setelah dinyatakan aman menerima vaksinasi, maka peserta masuk ke ruang vaksinasi. 

Selesai vaksinasi peserta akan mendapatkan obat sebagai antisipasi timbulnya gejala akibat vaksinasi seperti, rasa ngantuk, lapar, demam, atau pusing. Akan tetapi, setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda, bahkan ada juga mereka yang tidak mengalami efek samping.  

Setelah peserta menjalani vaksin, maka akan mendapat sertifikat telah divaksin Covid-19 melalui SMS. Dan, juga mendapat sms berisi jadwal untuk vaksin tahap dua. 

“Setelah mendapat vaksin ini kami berharap dosen dan staf ITN Malang semakin sehat. Namun tetap tidak boleh lengah. Meski sudah mendapat vaksin harus tetap menjaga 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Semoga dengan begitu proses belajar mengajar meski masih daring tetap terlaksana dengan baik,” pungkas Nuning.

Topik
vaksin astrazenecaVaksinasi Covid 19ITN Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru