Setelah 3.000 Tahun, Doa Nabi Ibrahim Ini Baru Terkabul

May 27, 2021 07:57
Ilustrasi berdoa (tafsiralqurandotid)
Ilustrasi berdoa (tafsiralqurandotid)

MALANGTIMES - Setiap umat selalu berdoa sebagai bentuk ibadah dan permohonan kepada Allah SWT. Bukan hanya seorang manusia biasa. Seorang nabi punmemanjatkan doa kepada Allah SWT. 

Nabi Ibrahim misalnya. Beliau bahkan berdoa namun baru dikabulkan setelah 3.000 tahun kemudian. 

Lantas, apa doa  Nabi Ibrahim itu? Dan seperti apa wujud doa Nabi Ibrahim yang dikabulkan setelah 3.000 tahun? Mari simak kisahnya yang diolah dari berbagai sumber.

Alkisah, semasa hidupnya, Nabi Ibrahim bersama putranya, Ismail, memperbaiki tiang Kakbah yang mulai rusak. Kala itulah  Nabi Ibrahim kemudian memanjatkan doa. “Ya Allah, utuslah di antara anak keturunan kami seorang rasul yang akan membacakan ayat-ayat-Mu. Mengajarkan kitab, hikmah dan mensucikan umatnya.”

Doa tersebut terus-menerus dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim.  Namun setiap terus-menerus berdoa dengan khusyuk, Nabi Ibrahim masih belum melihat tanda-tanda doa  yang ia panjatkan terkabul. Kendati begitu, ia tetap yakin Allah SWT akan mengabulkan doanya. 

Doa dengan khusyuknya terus-menerus dilakukan Nabi Ibrahim. Hingga 3.000 tahun kemudian, doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim akhirnya dikabulkan Allah SWT.  Wujud doa Nabi Ibrahim yang dikabulkan  Allah SWT adalah dijadikannya keturunan  Ismail seorang anak laki-laki. Anak tersebut diberi nama Muhammad Ibnu Abdillah.

Beliau nabi dan rasul yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Seorang sahabat Rasulullah bertanya mengapa kenabian jatuh kepadanya. Rasulullah kemudian menjawab, “ini karena doanya Nabi Ibrahim. Kabar gembira yang dibawa Nabi Isa dan mimpi indah ibunda Aminah yang menyaksikan cahaya keluar dari tubuhnya hingga cahaya itu menyinari jagat raya.”

Doa Nabi Ibrahim akan hadirnya rasul yang membaca ayat-ayat Allah SWT serta mengajarkan kitab dan hikmah terkabul setelah 3.000 tahun. Dan saking lamanya, Nabi Ibrahim pun telah wafat jauh sebelum doa itu terkabul.

 Nabi Muhammad sebagai wujud doa Nabi Ibrahim diangkat menjadi nabi dan rasul saat menginjak usia 40 tahun. Nabi Muhammad SAW menjadi nabi yang diutus untuk seluruh umat dan ia merupakan nabi pamungkas khatam al-nabiyyin wa al-mursalin.

Kesabaran dan ketulusan Nabi Ibrahim dalam berdoa patut menjadi pembelajaran. Bahwa karena kesabaran itulah, Allah SWT mengabulkan doa tersebut. 

Allah SWT begitu dekat kepada orang-orang yang berdoa. Untuk itu, sebagai seorang hamba, hendaknya tak putus asa untuk terus berdoa dengan khusyuk dan setulus hati. Bila doa kita memang belum terkabul, hendaknya terus berprasangka baik.

Allah SWT berfirman, "Dan bila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu dalam kebenaran"(QS Al Baqarah 186).

Topik
Kisah nabi ibrahimVariasi dresskisah nabi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru