Sederet Kampung Tematik di Kota Malang Mati Suri, SDM Jadi Kendala Utama

May 26, 2021 10:05
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sederet kampung tematik memang menjadi destinasi wisata di Kota Malang yang cukup menyita perhatian. Hadirnya area wisata di perkampungan, menjadikan wisatawan berburu potret, suasana, hingga kuliner di setiap wilayah.

Sayangnya, selama pandemi Covid-19 ini, beberapa kampung tematik mengalami gejolak. Bahkan, terbilang sudah tak aktif dan kurang menunjukkan eksistensi pengelolaan pemberdayaan kampung.

Hal ini ditindaklanjuti oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Kampung-kampung tematik yang mulai tidak aktif mulai dibina kembali agar bisa kembali eksis menyambut wisatawan.

"Kita tetap lakukan pembinaan untuk kelangsungan kampung-kampung ini. Seperti Kampung Lampion itu, ndak jalan memang. Kita lakukan pembinaan dan mereka masih ingin melanjutkan," ujar Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni.

Menurutnya, salah satu sebab kampung tematik itu tidak aktif lantaran kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) pengelolanya. Karena itu, Disporarapar Kota Malang juga terus berupaya dengan memberikan terobosan baru.

Yakni, mencetak pramuwisata muda yang bisa ditempatkan di kawasan kampung-kampung tematik tersebut. Hal ini diharapkan mampu untuk menumbuhkan kembali gejolak wisata di area kampung-kampung tematik.

"Pendekatan terus menerus dilakukan, karena ini masalahnya adalah masalah SDM. Kita juga melakukan kegiatan untun mencetak pramuwisata muda. Jadi ditempatnya itu kita siapkan SDM untuk menunjang di daerahnya," terangnya.

Di samping itu, untuk terus menumbuhkan geliat di kampung-kampung tematik, Disporapar Kota Malang juga ikut membantu dalam proses pemasaran produk lokal. Di mana, beberapa produk khas kampung tematik ikut dikenalkan lebih meluas.

Apalagi, masa pandemi Covid-19 menjadikan beberapa kampung tematik tidak dibuka untuk wisatawan. Sebab, adanya kekhawatiran terjadi penularan Covid-19.

"Kami membantu juga pemasaran secara online. Karena memang ada kampung-kampung tematik yang belum buka, mereka stagnan karena pandemi ini," tandasnya.

Topik
kampung tematikKota MalangDisporapar Kota MalangDestinasi WisataWisata di Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru