Dijelaskan Dalam Al-Quran, Begini Isi Percakapan Penghuni Surga dan Neraka!

May 26, 2021 08:59
Ilustrasi (pinterest)
Ilustrasi (pinterest)

MALANGTIMES - Setiap manusia nantinya akan dimintai pertanggungjawaban atas kehidupannya di dunia. Dan dari situlah akan diputuskan mendapatkan surga atau neraka. Semua itu tergantung pada amal, perbuatan selama di dunia. Namun meski akan mendapatkan tempat sesuai dengan amal perbuatan dan ibadahnya, mereka yang berada di surga atau neraka bisa terhubung.

Lalu apa yang dimaksud terhubung, apakah penduduk surga dan nereka bisa bercakap?, Apakah mereka bisa mengobrol?, Dan bisakah penduduk surga menjenguk penduduk neraka?, Mari simak kisahnya yang dirangkum dari berbagai sumber, seperti bincang syariah hingga Islam populer.

Terdapat satu waktu dimana penghuni surga dan neraka bisa bercakap-cakap. Hal ini telah diabadikan dalam Al-Quran. "Dan berserulah penghuni surga kepada penghuni neraka. Kami telah mendapati apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kami dengan sebenarnya. Maka sudahkah kamu mendapati apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kamu dengan sebenarnya ?. Mereka menjawab : ya maka berserulah seseorang diantara mereka bahwasanya laknat Allah diberikan kepada orang-orang yang zalim. (Yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi Manusia dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat" (QS Al-A'raaf 44-45).

Percakapan penghuni surga dan penghuni neraka tidak setiap waktu. Ulama Mesir, Syekh Ali Jum'ah menjelaskan, penduduk surga atau neraka bisa mendengar disatu tempat atau disatu waktu. Hal ini juga tergantung kondisi, terkadang penghuni neraka juga dikumpulkan dalam keadaan tuli dan buta.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, " Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas murka mereka  dalam keadaan buat, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam.  Tiap-tiap kali nyala api neraka jahanam itu akan padam, kami tambah lagi bagi mereka nyalanya" (QS Al Isra 97).

Saat berada dalam peti api, penghuni neraka hanya bisa merintih dan tidak bisa mendengar. Hal ini sesuai perkataan dengan perkataan Ibnu Mas'ud yang dikutip Imam Al Baihaqi. Ketika orang itu kekal di dalam neraka, maka mereka ditempatkan dalam peti dari api yang didalamnya terdapat paku-paku. Kemudian peti-peti itu ditempatkan lagi didalam peti-peti dari neraka, kemudian peti-peti itu ditempatkan lagi didalam peti-peti dari api, lalu mereka dilemparkan kedalam paling bawahnya Neraka Jahim. Maka, merekapun tidak melihat seorang pun yang di azab didalam neraka kecuali mereka".

Mereke mendengar tapi bukan sesuatu yang bermanfaat. Mereka hanya mendengar suara azab dan malaikat yang sedang mengazab. Hal ini sesuai dengan firman-nya " "Mereka merintih didalam api dan mereka didalamnya tidak bisa mendengar "(QS Al Anbiya 100).

Kemudian, para penghuni surga, akan saling mengunjungi dan bertukar cerita. Bahkan mereka bisa menjenguk temannya di neraka. Hal itupun sudah terabadikan dalam Al-Quran. 

"Sebagian mereka menemui sebagian yang lain sambil bercakap-cakap. Berkatalah salah seorang diantara mereka, sesungguhnya aku dahulu (didunia) pernah mempunyai seorang teman. Ia berkata, ' apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari kiamat)?. Apabila kita telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang ?, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan ?" (QS As Saffat 50-53).

Ternyata teman penghuni surga yang diceritakan itu tidak percaya akan hari kebangkitan. Orang itu ternyata ada di neraka. Temannya yang berada di surga, kemudian berniat menjenguk dengan penghuni surga yang lain. Merekapun kemudian keluar dari surga dan menuju neraka unrik melihat temannya.

"Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman) nya itu ditengah-tengah neraka yang menyala-nyala" (QS As Safat 55).

Topik
penghuni nerakafilm eternalshari kebangkitandunia islam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru