UAS SD di Kota Batu, Ada 6 SDN Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

May 25, 2021 19:18
Para siswa saat mengikuti ujian di SDN Mojorejo 1. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Para siswa saat mengikuti ujian di SDN Mojorejo 1. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Rasa bahagia bercampur tegang itu yang dirasakan para pelajar setelah satu tahun lebih lamanya belajar di rumah. Sebab, kini mereka kembali bisa mengikuti ujian akhir sekolah secara tatap muka di Kota Batu. Totalnya yang melaksanakan UAS secara tatap muka ada 6 sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Batu.

Enam SDN yang bisa menggelar UAS dengan izin di antaranya di Kecamata Junrejo hanya di SDN Mojorejo 1. Sisanya berada di Kecamatan Bumiaji. Yakni SDN Tulungrejo 1, SDN Tulungrejo 2, SDN Punten 1, SDN Gunungsari 1, dan SDN Bumiaji 1.

Mereka masuk kelas tentunya harus dengan protokol kesehatan untuk mencegah covid-19. Mulai dari pintu masuk ada petugas yang mengecek suhu badan sambil memberikan hand sanitizer. Kemudian saat di dalam ruangan harus memakai masker, juga face shield.

 Seperti halnya di SDN Mojorejo 1, di sana saat ujian menggunakan 6 ruang kelas. Masing-masing kelasnya dari ruang 1 sampai 4 berisikan 6 siswa. Sedangkan ruang ke 5 ada 7 siswa, dan ruang 6 diisi 2 orang (anak berkebutuhan khusus). “Seluruhnya mengikuti ujian ada 33 siswa, dengan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Kepala SDN Mojorejo 2 Sri Wahyuni. 

Pada hari pertama Senin (24/5/2021) para siswa mengikuti ujian mata pelajaran PKN dan agama. Selasa (25/5/2021) IPA dan Plh Kamis (27/5/2021) IPA dan bahasa daerah. Jumat (28/5/2021) mata pelajaran matematika. Dan Sabtu (29/5/2021) bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Ia menambahkan, istirahat hanya berlangsung selama 15 menit di dalam ruangan. Untuk mengantisipasi adanya kerumunan. “Sebelum dilaksanakan ujian tatap muka, para siswa dipersiapkan terlebih dahulu pengenalan pemberlajaran tatap muka,” imbuhnya.

Kemudian para guru yang sekolahnya terdapat tatap muka diwajibkan sudah melakukan vaksin. Seluruhnya harus melakukan vaksinasi vovid-19 sebanyak dua kali. 

Seperti hanya di SDN Tulungrejo 2 juga demikian 11 guru di sana telak melakukan vaksinasi. “Karena sudah jadi persyaratan seluruh guru harus vaksin,” kata Kepala SDN Tulungrejo 2 Lilis Indahyani.

Karena hal tersebut sudah menjadi syarat menggelar pembelajaran tatap muka. Kemudian tim juga melakukan survei ke sekolah hingga diharuskan membuat MoU dengan komite sekolah.

Dalam MoU itu, wali murid setuju anaknya mengikuti ujian sekolah secara tatap muka. Dan sekolah harus menjalani pemeriksaan protokol kesehatan oleh satgas covid-19 tingkat desa. Beberapa persyaratan itu pun telah dilaksanakan oleh 6 sekolah yang melakukan tatap muka.

 

Topik
Polinema Lumajangberita kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru