RPJMD 2018-2023 Disesuaikan, Ekonomi Kreatif Jadi Salah Satu Prioritas Kota Malang

May 25, 2021 16:09
Wali Kota Malang Sutiaji saat mengisi acara Musrenbang Perubahan RPJMD Kota Malang tahun 2018-2023 di Hotel Savana, Selasa (25/5/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji saat mengisi acara Musrenbang Perubahan RPJMD Kota Malang tahun 2018-2023 di Hotel Savana, Selasa (25/5/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pandemi covid-19 yang urung tuntas hingga saat ini menjadikan sederet program pembangunan di Kota Malang mengalami penyesuaian.

Hal tersebut dibahas bersama dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang tahun 2018-2023 yang digelar Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Selasa (25/5/2021) di Hotel Savana.

Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu dari deretan indikator dalam RPJMD Kota Malang tahun 2018-2023 yang masih menjadi prioritas meski  juga dibarengi dengan sederet indikator pendukung lainnya.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, ada beberapa detail indikator dalam RPJMD tahun 2018-2023 yang mengalami perubahan. Hal itu terjadi perubahan terbatas pada target indikator kinerja, tujuan, dan sasaran. Di antaranya, indeks pembangunan manusia, indeks pendidikan, indeks kesehatan, pertumbuhan ekonomi, gini rasio, indeks kualitas hidup lingkungan daerah, angka kemiskinan, serta indeks reformasi birokrasi maturitas SPIP.

"Tentu kami tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatkan sinergitas seluruh komunitas. Hexahelix (sinergitas pentahelix yang meliputi pemerintahan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, ditambah dengan lembaga keuangan) ini menjadi salah satu komponen untuk meningkatkan itu," ujarnya.

Sutiaji menjelaskan, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu yang diprioritaskan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan menyiapkan fasilitasi bagi anak-anak kreatif guna menunjang produk-produk lokal Kota Malang lebih meluas.

Dari data yang tercatat,  tahun 2019 saja pertumbuhan ekonomi kreatif berada di angka 8,1 persen. Sedangkan tahun 2020 mengalami penurunan hingga -13,5 persen.

"Asumsi itu tetap kita optimis, harapannya nanti bisa dinaikkan lagi grade-nya. Dengan berbagai fasilitas penunjang yang ada, sebentar lagi MCC (Malang Creative Center) dibangun," imbuhnya.

Karena itu, dalam hal ini, Bappeda beserta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang diminta untuk menyiapkan manajemen terkait dengan MCC.

Di samping juga, guna peningkatan di sektor ekonomi kreatif ini, Sutiaji juga meyakini hal ini mampu mendongkrak penurunan angka pengangguran terbuka di Kota Malang. "Ekonomi kreatif ini sebagai salah satu caranya. Ini yang harus kita kuatkan agar angka pengangguran kita tidak tinggi," tandasnya.

Lebih jauh, Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu menyatakan, kegiatan Musrenbang Perubahan RPJMD Kota Malang tahun 2018-2023 ini diikuti sebanyak 175 peserta dan digelar pula secara daring di tiap kecamatan.

Nantinya, setelah musrenbang ini masih ada beberapa rangkaian lanjutan sebelum perubahan RPJMD tahun 2018-2023 ini ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda).

"Kami harapkan nanti berjalan dengan sesuai. Setelah musrenbang ini akan dilakukan review oleh inspektur daerah sebelum dikirimkan ke DPRD Kota Malang. Karena itu, saran dan amsukan dari perangkat daerah dan stekholder lainnya guna melengkapi dan menjadikan rancangan pembangunan Kota Malang yang berkisanumbangan," ungkapnya.

Topik
MusrembangBappeda Kota MalangPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru