Angkat Sosok Pembuat Batik Karangploso, Mahasiswa UMM Juarai Lomba Ideation Nasional

May 24, 2021 17:02
Ketiga mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM bersama pendiri UMKM Batik Tulis Briliant. (Ist.)
Ketiga mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM bersama pendiri UMKM Batik Tulis Briliant. (Ist.)

MALANGTIMES - Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet juara 1 di ajang perlombaan nasional.

Gelaran lomba yang bertajuk Epicentrum UNPAD 2021 tersebut merupakan lomba skala nasional yang diikuti berbagai peserta dari beberapa Universitas di Indonesia.

Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam Tim JAMET tersebut yakni Rosihan Anwar Al-Afghoni, Dizar Achya Afriana, dan Ramadhan Permana Agung.

umm

Ketiga mahasiswa tersebut berhasil memenangkan peringkat pertama pada mata lomba Ideation dengan tema Womenpreneur for a Better Indonesia.

Salah satu perwakilan Tim JAMET, Dizar mengaku tertantang mengikuti lomba tersebut karena ingin mengukur sejauh mana kemampuan mereka dalam berkompetisi.

"Meskipun latar belakang kami jurusan Ilmu Komunikasi dan enggak banyak belajar soal digital marketing, kami masih tetap ingin mempelajarji hal baru yang selaras dengan jurusan kami," ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut mereka mengangkat sosok seorang Womenpreneur sekaligus pendiri UMKM Batik Tulis Briliant khas Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Dizar menjelaskan jika ia memilih sosok pendiri UMKM Batik Tulis Briliant bernama Uswatun Hasanah karena memiliki kriteria sesuai dengan tema lomba yakni Womenpreneur.

"Bu Us ini menurut kami punya semangat dan tekad yang kuat untuk mengajak warga Desa Bocek dalam melestarikan kesenian batik tulis," ucap mahasiswa yang mengambil konsentrasi Public Relation ini.

batik

Dizar mengaku salah satu kendala dalam mengumpulkan data untuk keperluan presentasi lomba salah satunya adalah basic ilmu yang berbeda.

Oleh karenanya, ketiganya sering berkonsultasi dan berdiskusi dengan beberapa dosen agar dapat menyampaikan ide mereka dengan optimal. 

Ketika ditanya hal apa yang membuat ketiganya merasa optimis dan unggul dari peserta lain, Dizar menjawab dengan santai karena ketiganya dapat mengangkat sisi lain dari sosok yang diangkat.

"Kami merasa jauh lebih unggul dibanding kelompok lain karena kami punya brand story atau cerita yang menjadi penguat suatu brand itu tadi. UMKM Batik Briliant yang dikelola Bu Us ini cita-cita dan motivasinya kuat sekali. Itu yang kami angkat dan jadikan landasan di setiap pembuatan program campaign yang mana harapannya cita-cita Bu Us ini nantinya tetap akan tersampaikan ke audiens," tuturnya.

Sementara itu, hal lain yang membuat mereka dapat menyabet juara 1 adalah dari segi teknis presentasi yang lebih unggul.

"Kelompok kami alhamdulillah lumayan santai dan sisa waktu setelah presentasinya masih banyak. Itu sih, yang entah kenapa kami merasa jauh lebih unggul secara penyampaian materi dan lain sebagainya," imbuhnya.

Topik
Mahasiswa UMMinovasi mahasiswainovasi mahasiswa ummkontingen paralympic

Berita Lainnya

Berita

Terbaru