Disnaker-PMPTSP Kota Malang Jelaskan Kegunaan Kartu Pendaftaran Pencari Kerja

May 22, 2021 15:34
Salah satu masyarakat Kota Malang pemilik Kartu Pendaftaran Pencari Kerja, Sabtu (22/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Salah satu masyarakat Kota Malang pemilik Kartu Pendaftaran Pencari Kerja, Sabtu (22/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Dalam memberikan informasi mengenai peluang kerja, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang tetap menerapkan layanan pembuatan Kartu Tanda Bukti Pendaftaran Pencari Kerja atau yang biasa disebut AK/I. 

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso mengatakan, bahwa Kartu Tanda Bukti Pendaftaran Pencari Kerja lebih dikenal oleh masyarakat dahulu dengan sebutan kartu kuning. Erik pun menyebut, bahwa sebenarnya tidak ada kewajiban untuk menggunakan kartu berwarna kuning terkait Kartu Pendaftaran Pencari Kerja. 

"Itu sebenarnya bebas kartunya. Kartu putih, kartu merah, kartu hijau itu nggak ada ketentuannya. Tapi memang kita sepakati secara lisan tidak pada aturan itu sekarang kita sepakat seluruh Indonesia pakai putih. Tapi itu bukan keharusan. Kalau misalkan salah satu daerah mau bikin hijau ya monggo. Kartu Pendaftaran Pencari Kerja atau Kartu AK-1 namanya," ungkapnya kepada MalangTIMES.com. 

Lanjut Erik, adanya Kartu Pendaftaran Pencari Kerja atau Kartu AK/I ini berfungsi bagi bekal masyarakat untuk mencari kerja. Di mana sebelum diterbitkannya Kartu AK/I terlebih dahulu para pencari kerja diberikan penyuluhan dan bimbingan jabatan. 

"Fungsinya sebelum para pencari kerja ini masuk ke dunia kerja, di situ mereka kita berikan bimbingan. Seringkali kasus terjadi, mereka kontraknya satu tahun, tapi baru dua bulan mereka sudah keluar dari pekerjaan. Lah itu mereka harus mengganti kontraknya. Kayak gitu kan akhirnya merugikan dirinya sendiri," jelasnya. 

Maka dari itu kata Erik ada yang namanya Kartu AK/2 berfungsi untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan jabatan. Jangan sampai ketika melamar pekerjaan, para pencari kerja ini salah memilih perusahaan atau instansi yang membuka lowongan kerja. 

"Jadi jangan sampai mereka itu salah pilih dalam memilih pekerjaannya. Jadi kita arahkan sesuai dengan bakat, minat, kemampuan mereka," ujarnya. 

Pejabat yang gemar berolahraga ini juga mengatakan, bahwa jika merujuk Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Penempatan Tenaga Kerja, masyarakat yang sedang mencari pekerjaan wajib memiliki Kartu AK/I tersebut. 

"Tapi pada kenyataannya kebanyakan masyarakat mungkin pikirannya terlalu ribet harus ke dinas dulu (mengurus Kartu AK/I, red). Sedangkan di Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan itu perusahaan itu nggak harus ke Disnaker-PMPTSP dulu, perusahaan bisa melakukan perekrutan sendiri," tandasnya. 

Jadi, masyarakat yang sedang mencari pekerjaan bisa mendaftar ke perusahaan-perusahaan atau instansi yang sedang membuka lowongan kerja secara langsung tanpa melalui Disnaker-PMPTSP Kota Malang. 

Sementara itu, dengan adanya program dari Disnaker-PMPTSP Kota Malang terkait pengakomodiran informasi lowongan kerja melalui metode job canvassing, pihaknya juga akan menawarkan database para pencari kerja yang sebelumnya sudah terdaftar sebagai pemilik Kartu AK/I dan AK/2. 

"Saat job canvassing, kita sudah punya database mereka di AK/2. Mulai nomor hp, bakatnya, minatnya apa. Pada saat kita job canvassing ke perusahaan, selain kita minta informasi lowongan pekerjaan ke perusahaan, kita juga menawarkan pencari kerja kita tadi yang sudah masuk di database di AK-2 tadi," pungkasnya.

Topik
Disnaker PMPTSP Kota Malangkegunaan kartu kerjaKartu Kuningpocong covidErik Setyo Santoso

Berita Lainnya

Berita

Terbaru