OJK Beri Tips agar Masyarakat Tidak Terjebak Perusahaan Pinjol Ilegal

May 22, 2021 12:18
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri saat ditemui MalangTIMES.com di Mapolresta Malang Kota, Kamis (20/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri saat ditemui MalangTIMES.com di Mapolresta Malang Kota, Kamis (20/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Kasus pinjaman online (pinjol) kembali menyeruak di Kota Malang. Pasalnya, terdapat seorang mantan guru TK berinisial S (40) di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang yang meminjam uang Rp 2,5 juta di perusahaan pinjol hingga terlilit utang mencapai Rp 40 juta. 

Berdasarkan pengakuan S, bahwa utang yang mencapai Rp 40 juta tersebut karena dirinya melakukan transaksi pada 24 perusahaan pinjol yang 19 diantaranya diklaim sebagai perusahaan pinjol ilegal. Serta tenggat waktu pengembalian uang yang singkat hanya tujuh hari dan bunga pinjaman mencapai 100 persen. 

Merespon adanya kasus pinjol yang menyebabkan satu orang mantan guru TK terlilit utang puluhan juta rupiah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri memberikan cara kepada masyarakat Kota Malang agar tidak terjebak dalam pinjol ilegal. 

"Itu gampang masyarakat bisa mengecek di website www.ojk.go.id . Kalau buka halaman pertama OJK itu ada daftar pinjaman online yang terdaftar dan berizin di OJK. Jumlahnya ada sekitar 138," ungkapnya kepada MalangTIMES.com.

Selain itu kata Sugiarto bahwa jika masyarakat merasa ragu-ragu dapat menelepon call center OJK dengan nomor 157. Nanti setelah telepon ke call center OJK 157, akan ada respon dari petugas untuk memberikan informasi mengenai status perusahaan pinjaman online. 

"Selain bisa menghubungi call center 157 juga dapat menggunakan layanan WhatsApp 081157157157. Kalau pakai hp gampang tinggal buka website OJK www.ojk.go.id nanti akan muncul di situ daftar (pinjaman online, red) yang berizin," terangnya. 

Sementara itu, Sugiarto juga mengingatkan kepada masyarakat luas dalam melakukan pinjaman online harus memperhatikan beberapa prinsip yang paling mudah diingat dan dipahami yakni 2L (Legal dan Logis). 

"Prinsip yang harus diperhatikan adalah 2L, legal dan logis. Kalau legal, lembaganya terdaftar dan berizin. Kalau logis, biaya bunga yang ditawarkan itu transparan. Serta untuk cara penagihan ada aturan mainnya," ujarnya. 

Lalu satu hal lagi yang harus dipahami oleh masyarakat agar tidak terjebak dalam lingkaran perusahaan pinjaman online ilegal yang di mana bunga pinjamannya sangat besar sekali. 

"Untuk masyarakat harus memahami logis. Perhatikan saja biaya dan bunganya, kalau itu transparan kalau legal ada batas maksimum. Kalau yang ilegal tidak ada batas maksimum," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Sugiarto juga prihatin di tengah pihaknya selalu gencar mengingatkan untuk waspada terhadap pinjaman online, ternyata masih ada yang menjadi korban yakni mantan guru TK di Kota Malang yang terlilit utang hingga puluhan juta rupiah. Maka dari itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat luas Kota Malang agar waspada dengan informasi pinjaman online. 

"Tentu dalam kesempatan ini saya imbau kepada masyarakat kalau menerima tawaran pinjaman online pasti kan dulu pinjaman online itu terdaftar dan berizin di OJK," pungkasnya.

Topik
tips terjebak pinjol ilegalpinjol ilegalOJK Malangkasus guru tk terjebak pinjolcara cek pinjolumc universitas negeri jember

Berita Lainnya

Berita

Terbaru