Polisi Israel & Warga Palestina Kembali Bentrok di Masjid al-Aqsa Usai Gencatan Senjata, 15 Orang Luka-luka

May 22, 2021 08:22
Bentrok polisi Israel vs warga Palestina (Foto: Reuters)
Bentrok polisi Israel vs warga Palestina (Foto: Reuters)

INDONESIATIMES - Ada setidaknya 15 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di kompleks Masjid al-Aqsa, di daerah pendudukan di Yerusalem Timur pada Jumat (21/5/2021). Bentrokan itu terjadi usai Israel dan Hamas menyepakati genjatan senjata untuk mengakhiri konflik. 

Sementara di Gaza sendiri, gencatan senjata Israel dan Hamas memicu warga turun ke jalan-jalan. Banyak laporan yang bertolak belakang terkait penyebab kerusuhan ini kembali terjadi. 

Melansir melalui kantor berita resmi Palestina Wafa, para saksi mata mengatakan peristiwa itu terjadi setelah salat Jumat. Tampak jemaah yang tetap berada di kompleks masjid untuk merayakan gencatan senjata di Gaza mengakhiri pertempuran 11 hari.

Namun polisi Israel, menurut Wafa "menyerbu kompleks dan mulai melepaskan tembakan peluru karet dan gas air mata ke arah jamaah." Setidaknya 15 orang terluka lantaran terkena tembakan peluru karet. 

Sementara lainnya terkena gas air mata atau pukulan polisi. Petugas medis Palestina pun mengatakan kepada kantor berita Reuters sekitar 20 warga Palestina terluka.

Sebelumnya polisi Israel mengatakan "kerusuhan pecah" setelah salat dan bahwa warga Palestina melemparkan batu ke arah mereka. Untuk diketahui, kompleks Masjid al-Aqsa adalah tempat suci bagi Muslim dan juga Yahudi, tempat yang disebut Temple Mount. 

Kompleks itu sering menjadi tempat kerusuhan antara polisi Israel dan warga Palestina. Israel telah menduduki Yerusalem Timur sejak perang Timur Tengah pada 1967 dan menganggap seluruh kota sebagai ibu kota, langkah yang tak diakui mayoritas komunitas internasional.

Sedangkan, Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara independen di masa depan. Sebelumnya, Israel dan Hamas mulai memberlakukan gencatan senjata. 

Hal itu dilakukan untuk mengakhiri 11 hari pertempuran ke-2 negara yang telah menewaskan lebih dari 250 orang, sebagian besar di Gaza. Warga Palestina pun turun ke jalan-jalan di Gaza tak lama setelah gencatan senjata dimulai. 

Sementara Hamas terus memperingatkan warganya untuk tetap berwaspada. Dalam genjatan senjata ini, baik Israel dan Hamas sama-sama mengeklaim kemenangan dalam konflik ini.

Tak lama gencatan senjata berlaku pada pukul 02:00 pada Jumat (06:00 WIB), banyak warga turun ke jalan-jalan dengan mobil ataupun berjalan kaki untuk merayakan. Di Gaza, para pengemudi membunyikan klakson sementara pengeras suara dari masjid-masjid meneriakkan "kemenangan kelompok perlawanan."

Topik
kekerasan palestinakerusakanPalestinaaksi bentrok

Berita Lainnya

Berita

Terbaru