Sepi Pengunjung, Bagaimana Nasib Eco-Wisata Kebun Kopi Amadanom Dampit?

May 21, 2021 18:47
Tanaman Kopi di area Eco Wisata Kebun Kopi Amadanom Dampit. (Foto: Fery/ MalangTIMES)
Tanaman Kopi di area Eco Wisata Kebun Kopi Amadanom Dampit. (Foto: Fery/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Eco-Wisata Kebun Kopi Amadanom Dampit pernah dijadikan primadona wisata Kabupaten Malang di awal peresmiannya pada tahun 2018 lalu. Namun, wisata yang jadi harapan para petani Kopi Dampit kini sepi pengunjung.

Ternyata penyebab sepinya pengunjung di eco-Wisata ini salah satunya adalah perbedaan persepsi dan pendapat antara pemilik lahan dan pengelola.

MalangTIMES mencoba untuk mendatangi langsung ke lokasi dan bertemu dengan pemilik lahan, Nur.

Nur mengakui jika dirinya memang sedang memiliki beberapa perbedaan pendapat dengan kelompok tani yang mengelola lahannya sebagai lokasi eco-wisata.

"Dulu pas perjanjian awal katanya saya pemilik lahan dapet 20% keuntungan dan 80% masuk ke pengelola. Tapi nyata sampai sekarang saya ndak dapat apa-apa mas," ujarnya ketika ditemui, Jumat (21/5/2021).

Pria paruh baya tersebut menambahkan jika sepinya pengunjung juga dikarenakan pengelolaan yang kurang efektif dari kelompok tani.

Eco Wisata Kebun Kopi Amadanom Dampit. (Foto: Fery/MalangTIMES)

Oleh karenanya Nur selalu memberikan masukan agar eco-wisata dibuat dan diperuntukan sebagai mana mestinya sesuai dengan perjanjian.

"Kan memang lahan saya ini dipilih karena paling strategis lokasinya, dekat dengan jalan raya. Saya sudah ikhlas jika ini dibuat eco-wisata. Tapi karena beberapa alasan seperti pandemi dan lain sebagainya, semakin ke sini semakin gak jalan," tegasnya.

Nur mengaku jika sempat memiliki keinginan untuk mengelola dan menjalankan sendiri eco-wisata dengan cara sendiri, namun ia masih berpegangan pada perjanjian awal dengan pengelola.

"Sempat beberapa kali ada pengunjung dari luar kota yang berkunjung ke sini, namun ya karena kemarin sempat ditutup karena alasan pandemi jadinya ya saya bingung juga mau bertindak bagaimana," ucapnya.

Tempat wisata yang berdiri di lahan seluas seperempat hektar milik Nur ini memang sempat dikabarkan akan digencarkan kembali mulai dari promosi dan program kegiatannya.

Namun ketika ditanya kapan program tersebut dimulai, ia tidak bisa memastikan karena memang belum ada keputusan yang pasti.

"Ini di bawah (lahannya, red) sedang dibangun embung, inisiatifnya dari dinas terkait, cuman belum tau kapan katanya mau dibuka lagi dan diaktifkan lagi wisatanya," imbuhnya.

Sebagai pemilik lahan, ia berharap agar permasalahan tersebut segera mencapai titik terangnya. 

"Intinya begini, kalau mau dihidupkan lagi wisatanya ya ayo berjuang sama-sama, kalau enggak ya sudah dihilangkan saja," tutupnya.

Topik
Tewas overdosiswisata kabupaten malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru