Sertijab Dua Kepala Biro, Rektor UIN Beri Wejangan Ini pada Para Pegawai

May 21, 2021 16:39
Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris saat memberikan sambutan dan pesan kepada para pegawai (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris saat memberikan sambutan dan pesan kepada para pegawai (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES -Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) dan juga Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) Jumat (21/5/2021).  

Sertijab tersebut merupakan bagian upaya penyegaran dari institusi. Dalam Sertijab tersebut, Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris, memberikan pesan khusus kepada para pejabat yang menjalani Sertijab, termasuk juga kepada para pegawai lain di lingkungan UIN Maliki Malang dalam menjalankan tugas.

"Kita jangan terpengaruh dengan waktu periodesasi kepemimpinan. Tanggal 29 Juli, SK Rektor saya habis. Tapi bukan berarti kita menjadi lemas dan malas untuk bekerja. Di akhir jabatan justru harus bekerja lebih keras lagi," terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan agar semua pegawai di lingkungan UIN Maliki Malang untuk bekerja keras dan tak lantas melihat waktu masa pengabdian. Waktu pengabdian harus dimaksimalkan sebaiknya-baiknya untuk memberikan kontribusi positif dan kebermanfaatan bagi pengembangan kelembagaan maupun dunia pendidikan. 

"Harus sekuat-kuatnya. Waktu ini adalah waktu pengabdian. Siapa saja yang giat mengabdikan diri dan bersungguh-sungguh, maka insyallah Allah akan menempatkan lebih tinggi. Tapi bila sebaliknya, diberi jabatan malas, maka Allah akan mengambil itu dan tidak memberikannya lagi," jelasnya.

Kemudian, untuk menjadi sumberdaya berkualitas, tentunya harus berani mengahadapi sebuah tantangan dengan mengcreate sesuatu yang itu bisa dimanfaatkan sebagai peluang. Semua pihak harus terus melakukan pengembangan inovasi maupun bertransformasi yang bukan hanya di otak saja. 

"Memang perlu berfikir, karena amal itu harus dimulai dari berfikir. Pemikiran itu pangkal dari perbuatan. Tapi jangan hanya dilamunkan saja, harus dilakukan dan dikerjakan," terang Haris.

Semua para pegawai UIN Maliki Malang harus benar-benar bekerja setulus hati terhadap lembaga dan bukan bekerja terhadap orang perorang. 

"Saya ulangi lagi bekerja untuk lembaga karena Allah SWT untuk kemajuan, bukan bekerja untuk satu dua orang, dan itu harus dihapuskan. Kalau mengabdi pada satu dua orang, maka dia akan tak punya pekerjaan ataupun orientasi. Oleh karena itu saya minta kita semua bekerja keras," papar Haris.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan empat pilar yang telah dirumuskan oleh para pendiri UIN Maliki Malang untuk diterapkan dalam kehidupan keseharian pegawai. Mulai dari kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.

"Ini bukan hanya wacana. Kalau dulu mungkin ini menjadi satu promosi agar kita punya tempat di seluruh pengguna jasa UIN Malang. Tapi jangan hanya sebagai promosi, tapi harus diturunkan sampai isi. Promosi boleh, tapi kalau terlalu banyak promosi biasanya manipulasi. Makanya kita harus kembali ke isi," pungkasnya.

Topik
UIN MalangUIN Maliki Malangpesta ultah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru