Pengakuan Pelaku Pembunuh Ibu Hamil, Sempat Bingung Kangen Anak

May 20, 2021 15:56
Rizki Maulidi (tengah) saat diinterogasi polisi di Mapolres Malang (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Rizki Maulidi (tengah) saat diinterogasi polisi di Mapolres Malang (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pelaku pembunuh ibu hamil di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang Kamis (13/5/2021) Rizki Maulidi ternyata memiliki keinginan untuk mudik ke Madura karena kangen dengan anaknya. Namun karena tidak memiliki sepeda motor, akhirnya muncul niatan untuk melakukan aksi pencurian.

Ketika ditanyai sebelum dirilis Polres Malang, Rizky mengaku dirinya bingung ketika akan pulang ke Madura. Hal itu karena motor miliknya telah digadaikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sebenarnya tidak ada niatan untuk mencuri, tapi saya bingung mau pulang (ke Madura) tidak ada ongkos,” kata Rizki, Kamis (20/5/2021).

Rizki sendiri di Malang bekerja sebagai tukang cukur rambut yang memiliki tempat di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang atau tak jauh dari rumah korban Mujihati (25).

Dari keterangan Rizki selama menjadi tukang cukur rambut, masa pandemi covid-19 membuat dirinya begitu kekurangan pelanggan. Sehingga hal itu membuat dirinya mengalami kekurangan pemasukan.

“Ya sehari dapat hasil bersih itu Rp 100 ribu, tapi ketika lebaran (tahun) ini saya bingung karena tidak punya kendaraan untuk pulang (ke Madura),” kata Rizki.

Disinggung mengenai aksi nekatnya kepada korban, Rizki mengakui bahwa hal itu adalah spontanitas karena dirinya takut ketahuan warga. Aksi nekatnya tersebut didorong karena korban berteriak meminta tolong. Sehingga ia menusuk korban dengan gunting yang biasa digunakan untuk mencukur.

“Benar pak, saya sebenarnya tidak ada niatan (untuk mencuri). Tapi dia (korban) teriak, saya takut ketahuan (warga), sehingga saya melakukan (tusukan) itu,” ungkap dia.

Sementara itu, Mujihati yang mengalami kurang lebih 27 tusukan dibawa ke RSSA Malang dengan sudah tidak sadarkan diri. Wanita kelahiran Ambon itu kemudian meninggal karena kehilangan banyak darah dan sebagian sarafnya putus akibat tusukan benda tajam.

“Akhirnya korban meninggal dunia Rabu (19/5/2021) di RSSA Malang. Sebelumnya, anak yang didalam kandungan juga meninggal dunia,” terang Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.

Topik
calon sekda kota blitarKabupaten MalangPolres Malangpencurian kekerasan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru