2 Indikasi Ini Penyebab Sungai Kebo di Kota Batu Tercemar

May 20, 2021 08:33
Satu satu orang saat membersihkan sampah di Sungai Kebo RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Satu satu orang saat membersihkan sampah di Sungai Kebo RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Bau tidak sedap masih menggangu warga sekitar di Sungai Kebo di RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu melakukan investigasi ada dua kemungkinan penyebab pencemaran sungai di sana.

Munculnya bau tak sedap itu indikasinya limbah kotoran ternak atau limbah dari salah satu pabrik. “Saya mendapati laporan dari tim yang terjun ke lapangan indikasinya antara limbah kotoran ternak atau limbah dari pabrik,” ungkap Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan

Ia menambahkan, tim yang turun juga melakukan uji baku mutu air dan sebagainya. Tujuannya untuk mengetahui seberapa parah pencemarannya pada sungai tersebut. 

Kemudian untuk mengetahui hasil dari kualitas air Sungai Kebo harus menunggu selama 2 Minggu. “Tim masih turun uji baku mutu air, untuk mengetahui kandungan air butuh waktu 2 Minggu,” tambahnya, Kamis (20/5/2021).

Setelah mendapatkan hasil temuan tersebut, pihaknya bakal berkoordinasi bersama dua wilayah yang mengaliri sungai tersebut. Yakni Pemerintah Kelurahan Ngaglik dan Pemerintah Desa Pesanggrahan.

“Tindak lanjut dari permasalahan ini kami akan memanggil pihak pemerintahan dua wilayah. Kemudian juga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu karena banyak ikan milik warga yang mati,” imbuhnya.

Selain itu tim yang terjun telah melakukan koordinasi kepada manajemen Agro. “Untuk limbah pabrik dari Agro supaya membenahi instalasi IPAL yang bocor, pendampingan pembenahan juga kita lalukan,” ucapnya.

Sementara itu warga Sungai Kebo Didik Harijanto menambahkan, jika kondisi ini sudah terjadi selama dua tahun terakhir. Hanya saja, bau yang tidak sedap itu cukup parah pada akhir-akhir ini.

“Selain baunya yang gak sedap, ikan saya mati, juga ikan warga lainnya. Karena pakai air sungai, padahal sebelumnya tidak ada masalah,” tutup Didik.

Diberitakan bau tidak sedap sangat mengganggu warga sekitar yang terjadi akhir-akhir ini saat memasuki musim kemarau. Selain bau tak sedap, warga yang memanfaatkan air sungai untuk budidaya ikan hingga mati mencapai satu kuintal.

Topik
Berita BatuPencemaran Lingkunganko5Aries Setiawan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru