OJK Fasilitasi Kasus Pinjol yang Menyeret Guru TK di Kota Malang

May 19, 2021 20:08
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri saat berada di ruang pertemuan Balai Kota Malang, Rabu (19/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri saat berada di ruang pertemuan Balai Kota Malang, Rabu (19/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Terkait kasus pinjaman online yang menimpa guru TK yakni Mala (bukan nama sebenarnya) di Kecamatan Sukun, Kota Malang, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Malang akan segera memfasilitasi bersama pihak-pihak yang berwenang. 

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan bahwa beberapa upaya juga telah dilakukan terkait penanganan masalah pinjaman online yang menyangkut guru TK Mala. 

"Untuk pembayaran pinjaman online yang legal akan bisa difasilitasi baik oleh OJK dan Asosiasi Fintech Pembiayaan, untuk yang ilegal memang kita akan lakukan langkah-langkah lanjutan, tentunya perlu bukti-bukti dukungan dari Bu Mala (bukan nama sebenarnya, red)," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Rabu (19/5/2021). 

Lanjut Sugiarto, nantinya dari langkah-langkah lanjutan dan pengumpulan bukti-bukti jika ditemukan indikasi tindak pidana akan dikoordinasikan dengan jajaran anggota satgas. 

"Nanti kalau memang ada indikasi ke tindak pidana memang kita harus koordinasi dengan anggota satgas, aparat penegak hukum dan kepolisian," ujarnya. 

Lebih lanjut Sugiarto mengatakan bahwa OJK bersama Cyber Patrol Kepolisian secara rutin akan melakukan pemantauan terhadap fintech peer to peer landing ilegal dan selanjutnya akan melakukan pemblokiran. 

Satgas Waspada Investasi juga sudah meminta kepada pihak perbankan untuk menolak setiap pembukaan rekening tanpa adanya rekomendasi dari OJK. "Perbankan juga harus mengonfirmasi kepada OJK terkait rekening existing yang terduga penggunaannya untuk kegiatan fintech lending ilegal," terangnya. 

Terkait total entitas fintech landing ilegal, Sugiarto mengatakan bahwa Satgas Waspada Investasi telah menangani sejak awal tahun 2018 sampai April 2021 sebanyak 3.193 entitas fintech landing ilegal. 

Selain itu, OJK juga mengumumkan kepada masyarakat tentang daftar nama perusahaan fintech peer to peer lending ilegal melalui situs www.ojk.go.id. Lalu mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian  Komunikasi dan Informasi Republik  Indonesia. 

Sementara itu, Sugiarto juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Malang agar selalu waspada dan terus berhati-hati ketika adanya tawaran pinjaman online yang terlihat mudah dan cepat untuk pencairannya. Karena meskipun mudah dan cepat, nantinya akan menjerat korban seperti yang dialami guru TK Mala. 

"Menawarkannya enak, tapi mengembalikannya dengan cara menjerat, dan masyarakat akan menjadi terikat dengan beban yang cukup besar. Sehingga ketika mendapat tawaran pinjol hendaknya memastikan apakah lembaga tersebut terdaftar dan berizin di OJK atau tidak. Karena itu nanti yang akan membantu masyarakat tidak terjerat pinjol yang akan menyulitkan masyarakat di kemudian hari," pungkasnya.

Topik
slamet yuonopinjolKepala OJK Malang Sugiarto KasmuriOJK Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru