Kisah Pilu Pasangan Suami Istri Mandi di Air Kotor, 2 Anak Harus Putus Sekolah

May 18, 2021 12:50
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)

INDONESIATIMES - JatimTIMES Network tetap aktif menjalankan program Ngedum Ojir pada bulan Ramadan kemarin. Terlebih masih dalam situasi pandemi covid-19.

Kisah memprihatinkan sekaligus menggugah hati di episode Ngedum Ojir Ramadan kali ini datang dari pasangan suami istri Durahim dan Siti Nurhasanah. 

Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus didampingi dua aktivis dari BMH(Baitul Maal Hidayatullah) Malang, yakni Ustaz Luqman dan Ustaz Ruwiyanto, menyambangi rumah pasangan suami istri itu di Dusun Gebyak, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. 

Menuju rumah Durahim, tim Ngodir Ojir berjalan kaki sekitar 200 meter lebih. Mereka  melewati area pemakaman. 

Selain itu, akses menuju rumah itu  melewati kebun-kebun dan jalanan kecil. Hingga akhirnya Firdauz dan tim tiba di rumah Durahim yang terlihat hanya sepetak.

Rumah itu terbuat dari papan seng, kayu-kayu, dan sebagian ditutupi kain. Yang lebih menyedihkannya lagi, rumah itu berada di tengah-tengah sawah yang jauh dari tetangga. 

Terlihat kondisi rumah yang kotor dan kecil. Sampai di rumah, tim Ngedum Ojir bertemu dengan Siti. 

Siti menceritakan bahwa dia dan keluarganya baru sembilan bulan menempati rumah tersebut. Rumah itu pun juga dibangun di sawah milik juragan sang suami. 

"Dulu ngontrak beda RT tapi nggak ada kamar mandinya. Terus  juragan suami bilang wes daripada ngontrak, mending bikin rumah di sini itu pak," ungkap Siti. 

Durahim sehari-hari bekerja sebagai tukang canggul. Ia menerima bayaran Rp 200 ribu dalam seminggu. Uang tersebut digunakan untuk menghidupi istri dan tiga anaknya.

 Yang lebih memprihatinkan, Durahim menceritakan anak pertamanya putus sekolah karena tak memiliki biaya. 

Siti juga menceritakan dia dan suami pernah ditipu untuk mendapatkan pekerjaan di Bali. Namun, setibanya di Bali, mereka justru terlantar dan tidak ada pekerjaan. 

Hingga akhirnya, Durahim dan keluarga nekat pulang. Setibanya di Pasuruan, ia diberi bantuan oleh seorang kiai di Pasuruan untuk bisa kembali ke Malang.

 Tim Ngedum Ojir pun melihat kondisi rumah pasangan suami istri.  Tampak ruangan kamar yang kecil yang juga dipakai untuk tempat salat. Lalu di area dapur, terlihat kondisi yang berantakan. 

Yang juga memprihatinkan, Siti dan Durahim mengaku harus mandi dengan air kotor melalui aliran sungai di sawah itu. 

Hingga tiba waktunya, Firdaus memberikan bantuan kepada pasangan suami istri ini senilai Rp 2 juta.  Firdaus mengatakan  uang yang Rp 1 juta diharapkan untuk biaya anak sekolah kelak. "Jangan lupa ya anaknya disekolahkan biar pinter," ujar Firdaus. 

Sedangkan Rp 1 juta lainnya digunakan untuk merayakan Lebaran. Mendapat bantuan itu, Durahim dan Siti mengucapkan banyak terima kasih kepada tim Ngedum Ojir. 

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk “Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman”.

 

Topik
program ngedum ojirmengukir senyumanPenutupan wisata

Berita Lainnya

Berita

Terbaru