Penjualan Bunga di Kota Batu Turun 80 Persen

May 17, 2021 16:38
Pengunjung saat mellihat tanaman di kawasan Jalan Bukti Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pengunjung saat mellihat tanaman di kawasan Jalan Bukti Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Bukan hanya dunia pariwisata saja yang mengalami penurunan kunjungan saat larangan mudik. Tapi berimbas juga pada penjualan tanaman di Kota Batu. Bahkan penurunan libur lebaran tahun 2021 ini mencapai 80 persen.

Seperti halnya para pedagang di kawasan Jalan Bukti Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. Jika pada pandemi tahun lalu masih cukup ramai didatangi konsumen, namun pada libur lebaran terasa sangat sepi. 

Pedagang Pasar Bunga Desa Sidomulyo Vina Purwanti mengatakan, pandemi tahun saat ini cukup membuat terpuruk para pedagang di kawa6sa Pasar Bunga Desa Sidomulyo. Bagaimana tidak, penjualan berkurang hingga 80 persen. 

“Waktu libur lebaran turun sampai 80 persen. Tahun sangat sepi pembeli, mungkin karena ada larangan mudik jadi sangat berimbas,” ungkapnya, Senin (16/5/2021).

“Kalau dibandingkan sama tahun kemarin jauh lebih sepi yang sekarang. Wisatawan yang datang pun biasanya dari beragam daerah, bukan hanya kawasan Malang Raya. Tetapi juga daerah Surabaya, Jakarta, Sidoarjo, Kediri, Lamongan, Solo, dan sebagainya," urai Vina.

Sementara itu pedagang Pasar Bunga Prapti menambahkan, tahun 2021 sangat terasa sepi. Padahal biasanya anggrek yang jualnya itu sudah banyak diborong oleh wisatawan dari berbagai daerah.

“Tahun ini penjualan berkurang, padahal kalau libur lebaran pasti di sini ramai pengunjung. Dan banyak anggrek yang terjual,” ungkap Prapti.

Ia pun berharap usai larang mudik, penjualan bisa mengalami peningkatan. “Semoga kondisi seperti ini cepat pulih kembali,” tutupnya.

 

Topik
Penjual Bungapenjualan bunga sepilibur idul fitridinas p3ap2kb kota malangpasar bunga

Berita Lainnya

Berita

Terbaru