Usai 18 Orang Dinyatakan Positif, 60 Warga Perumahan Permata Hijau Diswab Antigen

May 17, 2021 14:05
Wali Kota Malang Sutiaji saat menyaksikan petugas dari Puskesmas Dinoyo melakukan swab antigen kepada warga RW. 09, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (17/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Wali Kota Malang Sutiaji saat menyaksikan petugas dari Puskesmas Dinoyo melakukan swab antigen kepada warga RW. 09, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (17/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Peristiwa klaster penyebaran Covid-19 di Kota Malang kembali terjadi di Perumahan Bukit Permata Hijau, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang dinyatakan 18 orang positif Covid-19 pada hari Minggu (16/5/2021). 

Usai mendapati 18 orang positif Covid-19, pihak Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang langsung melakukan swab antigen kepada 60 warga yang bertempat di Balai RW. 09, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (17/5/2021). 

Wali Kota Malang Sutiaji hadir menyaksikan langsung kegiatan swab antigen bersama Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif dan beberapa pihak terkait. 

"Hari ini dilaksanakan testing. Saya hanya minta sampai saat ini ada puskesmas tadi melalui dinas kesehatan untuk mencari penyebab awalnya dari mana, apakah penyebab yang sakit pertama itu nanti setelah ditracing sudah ketemu apa belum," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Senin (17/5/2021). 

Sutiaji melanjutkan bahwa dengan dilakukannya testing swab antigen massal kepada warga yang kontak erat, langkah pencegahan agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di tempat-tempat lain. 

"Menurut saya penting. Supaya ini tidak terjadi transmisi penularan kepada yang lain. Sama nanti dilaporkan jenis mutasinya yang mana, virusnya yang mana. Sehingga kita nanti mampu mendeteksi," jelasnya. 

Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Malang ini juga tidak ingin adanya klaster penyebaran secara berlebihan terjadi di Kota Malang. Langkah cepat selain melakukan swab tes antigen kepada warga yang kontak erat, juga dilakukan penutupan sementara tempat ibadah Masjid Al-Waqar yang diduga menjadi salah satu tempat penyebaran Covid-19. 

"Masyarakat juga ada penutupan sementara tempat ibadah selama 14 hari. Juga ada sterilisasi ini juga harus dimaklumi dan dipahamkan kepada seluruh masyarakat, kalau tempat ibadah disini ditutup harapan kami jangan berpindah ke tempat ibadah yang lain. Dikhawatirkan orang-orang ini membawa virus ke masyarakat yang lain dan ini perlu pemahaman," bebernya. 

Lebih lanjut Sutiaji menuturkan, jika masyarakat ingin melakukan syiar agama cukup melawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, sebagai ikhtiar pencegahan terjadinya penyebaran Covid-19. 

"Kita lawan terhadap Covid-19 itu hemat saya adalah syiar. Jadi untuk itu sekali lagi bahwa saat ini kita dihentakkan oleh kejadian luar bisa di Kota Malang. Jadi sekali lagi ini sangat membuat prihatin kita semua. Tapi kita tetap waspada, bahwa Covid itu belum selesai, belum punah dari  Indonesia, utamanya di Kota Malang. Maka kita tetap pakai protokol kesehatan," tandasnya. 

Sementara itu, Lurah Tlogomas Andi Aisyah Muhsin Alatas juga menginformasikan bahwa 18 orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut bermula ketika adanya laporan dari warga pada hari Senin (10/5/2021). 

"Informasi dari warga tanggal 10. Beliau melaporkan langsung, bahwa anaknya dua orang positif. Sedangkan beliau suami istri posisi sedang melakukan swab pcr tapi hasil belum keluar," pungkasnya.

Topik
ramai tentang Covid 19Covid 19Covid 19 Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru