Vaksin Sinovac Diklaim Lebih Efektik Tekan Covid-19, Ini Penuturan Kemenkes

May 15, 2021 09:55
Vaksin Covid-19 Sinovac buatan Sinovac Biotech Ltd. (Foto: BBC)
Vaksin Covid-19 Sinovac buatan Sinovac Biotech Ltd. (Foto: BBC)

INDONESIATIMES – Sudah setahun lebih negara dan dunia berjibaku dengan urusan Covid-19 yang belum juga bisa dikatakan mereda dan kembali normal.

Proses vaksinasi yang sudah dimulai sejak awal 2021 dinilai mampu membantu menekan angka penyebaran dan kematian akibat Covid-19.

Salah satu vaksin covid yang digunakan di Indonesia, Sinovac, diklaim efektif dalam menekan sebaran virus dan menurunkan risiko kematian atau penyakit serius akibat Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan jika vaksin Covid-19 terbukti efektif melindungi tenaga kesehatan Indonesia dari risiko terpapar virus corona, seperti yang dikutip dari lampiran Bloomberg.

Sebagian besar nakes di Indonesia telah disuntikkan vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd. Berdasarkan pengamatan terhadap 25.374 petugas kesehatan di Jakarta selama 28 hari sejak menerima dosis kedua, vaksin 100 persen melindungi mereka dari kematian.

Kemudian, 96 persen dari mereka tidak dirawat inap akibat COVID-19 setelah seminggu divaksin. Pengamatan itu dilakukan hingga akhir Februari 2021.

Menkes juga membeberkan bahwa 94 persen pekerja telah terlindungi dari infeksi covid, meskipun data tersebut kurang begitu jelas apakah pekerja disaring secara seragam untuk mendeteksi pembawa asimtomatik.

"Kami melihat penurunan yang sangat, sangat drastis," kata Budi dikutip dari Bloomberg.

Dari data yang sudah disampaikan Menkes, vaksin Sinovac diklaim dapat menekan penyebaran virus karena dinilai efektik pada saat tahap awal pengujian vaksin.

Sementara itu, dari hasil uji klinis fase tiga di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen. Sedangkan laporan efikasi di negara lain seperti Turki menunjukkan angka 91,25 persen dan di Brasil 78 persen.

Jika dibandingkan dengan vaksin merek lain efikasi Sinovac termasuk yang paling rendah.

“Angka efikasi minimal harus di atas 50 persen, jadi lebih dari itu, vaksin terbaik yang bisa didapatkan secepatnya, karena setiap suntikan yang diberikan bisa mencegah kematian,” kata Menkes Budi.

Budi juga menambahkan jika hasil tersebut bukanlah hanya tentang mendapatkan tingkat kemanjuran tinggi, tetapi tentang siapa yang mendapatkan vaksin dengan tepat.

"Ini bukan hanya tentang mendapatkan tingkat kemanjuran tertinggi, tetapi juga menyuntik orang dengan cepat," imbuhnya.

Topik
Vaksin Covid 19vaksin sinovac

Berita Lainnya

Berita

Terbaru