Masa Pandemi, Supir Angkot di Kota Batu Menanti Rejeki

May 15, 2021 04:17
Suasana Terminal Angkutan Umum Kota Batu di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Batu, Kota Batu (foto: ilustrasi)
Suasana Terminal Angkutan Umum Kota Batu di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Batu, Kota Batu (foto: ilustrasi)

BATUTIMES- Masa pandemi Covid-19 membuat perekonomian di segala bidang menurun. Apalagi, pekerjaan sebagai supir angkot yang makin hari, semakin sepi penumpang.

Salah satunya supir angkot di Kita Batu, Sunari (65), yang tiap harinya bekerja mencari dan menunggu penumpang berjam-jam. Mengingat pada leberan tahun ini, adanya kebijakan larangan mudik serta penyekat di setiap daerah.

Kondisi perekonomiannya pun semakin menurun, lantaran tidak dapat penumpang sama sekali. Dan pendapatan narik angkot tak sebanding dengan biaya operasionalnya, seperti biaya bahan bakar dan setoran harian.

"Setoran sehari itu Rp 20 ribu. Kadang hasil sehari itu sudah habis buat beli bahan bakarnya. Kadang kalau diberi uang lebih oleh penumpang, saya simpan untuk menutup yang rugi," ujarnya, Sabtu (15/5/2021).

Bahkan, uang untuk memberikan kebutuhan hidup keluarganya sehari-harinya tidak mampu terpenuhi. "Untung ada anak yang kerja dan bisa membantu untuk makan sehari-harinya," ujarnya.

"Saya berharap agar pemerintah dapat mengatasi pandemi sehingga Covid-19 segera berlalu. Saya mempercayakan sepenuhnya penanganan Covid-19 kepada pemimpin negeri yang telah diamanahi oleh rakyat kecil," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Sembilan Jalur, Aliansi Pengemudi Mobil Penumpang Umun (APMPU) Kota Batu, Heri Junaedi menuturkan, sepinya penumpang angkot membuat para supir angkot di Kota Batu banyak yang merugi.

Dikatakan, supir angkot harus mengeluarkan biaya setoran dan biaya bahan bakar. Sementara pendapatannya jarang sekali bisa menutupi biaya operasional tersebut.

"Supir angkot banyak yang menyampaikan, mereka narik ke terminal agar tidak klontang klantung di rumah. Kalau di rumah saja tambah jenuh karena mereka minim penghasilan," ucapnya.

Mewakili suara supir angkot, Heri berharap pemerintah memberikan sedikit perhatian kepada nasib para supir angkot di Kota Batu. Meski dikatakan, sebelumnya sudah ada bantuan Pemkot Batu senilai Rp 300 ribu perbulan selama 3 bulan bagi supir angkot.

"Meski disyukuri, namun bantuan tersebut tak dapat mengembalikan kondisi perekonomian supir angkot seperti sedia kala," ujarnya.

Topik
Supir Angkot Kota Batusupir angkotPandemi Covid 19kebun kopi kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru