Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Fluktuatif, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Ajak LSM Beri Sosialisasi

May 14, 2021 19:52
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Istockphoto/JohnGomesPix) 
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Istockphoto/JohnGomesPix) 

MALANGTIMES - Kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak tampaknya terus terjadi di wilayah Kota Malang.

 Berdasarkan data dari Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2016 hingga 2020 mengalami jumlah yang fluktuatif. 

Setidaknya, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang membagi kategori kekerasan dalam 18 jenis kekerasan yang kerap menimpa perempuan maupun anak. Di antaranya ada KDRT (kekerasan dalan rumah tangga) fisik, kekerasan fisik, KDRT psikis, kekerasan psikis, bullying, pencabulan, sodomi, persetubuhan, pembuangan bayi, penelantaran, trafficking, eksploitasi, hak asuh anak, kenakalan remaja, pergi dari rumah, narkoba dan kesalahan asuh. 

Dari data yang dihimpun MalangTIMES.com, pada tahun 2016 ada 36 kasus kekerasan. Rinciannya, korban perempuan berjumlah 7 orang, anak perempuan 9 orang, dan anak laki-laki 20 orang. 

Tahun 2017 terjadi peningkatan jumlah kasus kekerasan, yakni 71 kasus kekerasan. Terdiri dari korban perempuan 22 orang, korban anak perempuan 28 orang, dan korban anak laki-laki 21 orang. 

Lalu tahun 2018 juga mengalami kenaikan kekerasan perempuan dan anak meski tidak signifikan. Yakni sebanyak 74 kasus, terdiri dari korban perempuan 25 orang, korban anak perempuan 27 orang, dan korban anak laki-laki 22 orang. 

Sedangkan tahun 2019 mengalami penurunan jumlah kasus kekerasan terhadao perempuan dan anak. Yakni sebanyak 55 kasus. Korban terdiri dari perempuan 10 orang, anak perempuan 25 orang, dan korban anak laki-laki 20 orang. 

Lalu tahun 2020 kembali menunjukkan peningkatan menjadi  60 kasus. Terdiri dari korban perempuan 18 orang, korban anak perempuan 15 orang, dan korban anak laki-laki 27 orang. 

Salah satu yang kerap menjadi sorotan adalah kekerasan perempuan dan anak dalam konteks seksual yang meliputi kasus pencabulan, sodomi dan persetubuhan. Berdasarkan data dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, kekerasan seksual mengalami jumlah yang fluktuatif. 

Pada tahun 2016, ada total 4 kasus yang terdiri dari pencabulan 3 kasus dan persetubuhan 1 kasus. Lalu  tahun 2017 total ada 18 kasus yang terdiri pencabulan 7 kasus, sodomi 2 kasus, dan persetububan 9 kasus. 

Kemudian tahun 2018 total ada 14 kasus yang terdiri dari pencabulan 4 kasus, sodomi 3 kasus, dan persetubuhan 7 kasus. Tahun 2019 ada 12 kasus yang terdiri dari pencabulan 5 kasus, sodomi 3 kasus, dan persetubuhan 4 kasus. Terakhir  tahun 2020 ada 8 kasus yang terdiri dari pencabulan 4 kasus, sodomi 0 kasus dan persetubuhan 4 kasus. 

Melihat angka yang fluktuatif dan masih menunjukkan adanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Peny Indriani mengatakan bahwa pihaknya juga akan mengajak pihak LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang konsen dalam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak untuk memberikan sosialisasi. 

"Kami selalu rutin melakukan pembinaan, sosialisasi lah untuk anak di bawah umur. Melibatkan pihak ketiga seperti LSM, komunitas dan lain-lain. Kalau dinas sendiri  bekerja sama misalnya di kelurahan sana, LSM di sana yang ada siapa. Kita ajak untuk bisa membantu kita," ungkapnya kepada MalangTIMES.com. 

Selain itu, Peny mencontohkan sosialisasi yang diberikan kepada anak di bawah umur seperti dengan lagu-lagu yang disertai gerakan. Hal itu juga dapat membantu anak-anak untuk lebih mudah memahami. 

"Kami biasanya pakai lagu atau apa. Pokoknya kalau orang terdekat, kamu juga harus berhati-hati. Jangan terbiasa (mau dipegang-pegang, red) walaupun itu om kamu. Biasanya pelaku (kekerasan seksual, red) orang terdekat ya. Kita selalu, dipegang boleh, dipegang boleh misalnya tangan ini boleh, ini jangan. Ini yang selalu kita terapkan. Dengan model-model ada lagu, itu kan mereka masuk langsung ya. Terutama anak-anak kecil itu ya yang suka," pungkasnya.

Topik
Dinsos P3AP2KB Kota MalangKekerasan AnakKekerasan Terhadap Perempuan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru