Bisnis Fashion Pegawai Pemkab Malang Ini Kebanjiran Order Jelang Lebaran

May 12, 2021 19:08
Owner Bisnis Fashion Seelaras, Larasitha Haniva (Istimewa)
Owner Bisnis Fashion Seelaras, Larasitha Haniva (Istimewa)

MALANGTIMES – Memasuki hari ke-30 di bulan Ramadan, berkah yang didapuk sebagai bulan suci umat muslim ini juga masih dirasakan meskipun di akhir-akhir bulan.

Salah satu yang merasakan berkah tersebut adalah perempuan asal Kepanjen yang juga pegawai Pemerintah Kabupaten Malang.

Larasitha Haniva kebanjiran pesanan dari bisnis yang ia buka sejak 2014 lalu ini. Pegawai Inspektorat Kabupaten Malang tersebut mengaku bahwa menjelang Idul Fitri, bisnisnya juga semakin ramai pesanan.

Perempuan kelahiran Malang tersebut selain sibuk di tengah kegiatannya sebagai pegawai Pemkab Malang, juga sibuk membagi waktu dengan menjalankan bisnis online-nya di bidang fashion.

Produk yang ia pasarkan lewat lokapasar daring tersebut, menjual beberapa produk fashion khusus wanita seperti celana dan rok. Bisnis yang ia tekuni tersebut ia namakan Seelaras.

Produk Seelaras (Istimewa)

“Setelah lulus tahun 2018 tepatnya bulan Desember berbekal ilmu digital marketing dari salah satu course akhirnya nekat memutuskan untuk memulai SEELARAS dari awal dengan sisa modal yang ada yang bisa dibilang cukup minim,” ungkapnya kepada MalangTIMES.

Saat ditanya alasan mengapa memilih bisnis fashion, karena ia mengaku sedikit banyak tahu tentang dunia fashion dan menyukai hal yang berbau fashion.

Di samping itu, sejak awal Larasitha memang memiliki cita-cita ingin memiliki sebuah brand fashion yang terkenal.

“Seelaras sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 2014 waktu awal kuliah. Waktu itu sekedar iseng dan belum menjual sesuatu secara spesifik seperti sekarang. Masih asal jual apa aja yang lagi ngetren dijual, mulai dari kaos kaki neon, hijab kekinian, baju dengan desain sendiri,” ungkap perempuan berusia 25 tahun tersebut.

Menjelang lebaran, bisnis yang ia tekuni ini dapat menghasilkan omzet hampir menyentuh angka Rp 50 juta. Di tambah lagi ia mengaku selalu kebanjiran order saat masuk Ramadan dan jelang Idul Fitri.

“Tahun ini ada kenaikan omzet jika dibandingkan beberapa bulan lalu dan lebaran tahun lalu,” tukasnya.

Saat ditanya kendala dan tantangan yang dihadapi, perempuan ini mengaku jika kendala utamanya adalah membagi waktu antara pekerjaannya sebagai pegawai Pemkab Malang dan sebagai seorang pengusaha.

“Kendalanya lebih ke bagaimana mengatur waktu dan mengatur pikiran, karena sejak 2019 saya juga bekerja akhirnya harus bisa bagi waktu antara kerja, urusan rumah, dan bisnis,” imbuhnya.

Disinggung perihal konsistensi mengolah bisnis, perempuan asli Kepanjen tersebut mengungkapkan jika harus berani mengambil risiko ketika memulai bisnis dari nol.

“Harus berani ambil risiko, karena kalo nggak berani ambil risiko posisi kita akan stagnan di situ-situ aja. Kudu siap men-challenge diri sendiri untuk menerobos batas kemampuan diri,” tutup perempuan berhijab ini.

Topik
seelaraspegawai pemkab malangbisnis fashionproduk fashion seelaraslpbi nu kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru