Kemenag Kota Malang Sebut Jamaah Haji yang Meninggal Dapat Digantikan 4 Kelompok

May 14, 2021 18:26
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Malang Amsiyono saat ditemui MalangTIMES.com. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Malang Amsiyono saat ditemui MalangTIMES.com. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Kementerian Agama (Kemenag) RI Kota Malang menyebutkan bahwa terdapat sistem pergantian kursi jamaah haji yang telah dinyatakan meninggal dunia. Pengelompokannya dibagi menjadi empat kelompok pergantian. 

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI Kota Malang Amsiyono mengatakan bahwa acuan pergantian kursi jamaah haji untuk saat ini adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. 

"Jadi dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 sudah diganti dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. Untuk jamaah haji yang sudah punya kursi, tapi meninggal setelah tanggal 29 April 2019, maka bisa diganti ke ahli warisnya," ungkapnya kepada MalangTIMES.com. 

Ahli waris yang dimaksud adalah ahli waris yang masuk dalam empat kategori pengelompokan yang telah ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. "Ahli waris yang dimaksud ada empat kelompok, satu bisa diganti dengan suami atau istri. Kalau suaminya meninggal, bisa diganti istri. Kemudian yang kedua, bapak atau ibunya yang bisa menggantikan. Yang ketiga anak kandung bisa mengganti. Yang keempat sudara kandung. Itu yang bisa mengganti," jelasnya. 

Untuk empat kelompok ahli waris yang menggantikan tersebut, Amsiyono mengatakan bahwa calon pengganti jamaah haji sebelumnya tidak harus terdaftar sebagai calon jamaah haji. "Nggak (terdaftar sebagai calon jamaah haji, red). Siapa saja," katanya. 

Untuk mekanismenya, ahli waris yang menggantikan calon jamaah haji yang meninggal tersebut harus menyertakan beberapa persyaratan. Salah satunya surat keterangan ahli waris yang dikeluarkan  pihak kelurahan.  

Pergantian yang masuk dalam empat kelompok ahli waris tersebut dapat dilakukan jika seorang calon jamaah haji meninggal dunia setelah tanggal 29 April 2019, sesuai tanggal penetapam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. 

"Artinya kalau dia punya kursi tahum 2025 dan meninggal sekarang, bisa digantikan  (empat golongan, red) tadi. Tapi berangkatnya tetap tahun 2025. Porsinya yang digantikan, diganti ahli waris. Kalau sebelum tanggal 29 April 2019, ya dibatalkan, bisa diambil uangnya kembali," jelasnya. 

Sementara itu, berdasarkan data dari Kemenag RI Kota Malang, semenjak terjadinya pandemi covid-19 pada tahun 2020 dan dilakukan penundaan keberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci, ada 13 orang jamaah meninggal dunia dari total saat ini ada 962 jamaah haji yang siap berangkat. 

Topik
Naik HajiKemenag Kota Malangmetode hisab

Berita Lainnya

Berita

Terbaru