962 Jamaah Haji Kota Malang Siap Berangkat, Juni Mendatang Rencana Masuk Asrama

May 13, 2021 13:45
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama RI Kota Malang Amsiyono saat ditemui MalangTIMES.com, Kamis (6/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama RI Kota Malang Amsiyono saat ditemui MalangTIMES.com, Kamis (6/5/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ratusan calon jamaah haji asal Kota Malang nampaknya masih belum bisa tersenyum lega. Karena rencana keberangkatan mereka ke tanah suci masih harus menunggu keputusan dari pemerintah Arab Saudi. Karena sebagaimana aturan yang berlaku, pemerintah setempat memperketat jalur keluar masuk ke negaranya karena pandemi Covid-19.

Sehingga, para calon jamaah haji dari Indonesia tanpa kecuali Kota Malang harus menunda keberangkatan mereka. Meski begitu, ratusan calon jamaah haji asal Kota Malang masih akan melakukan berbagai agenda yang telah direncanakan. 

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI Kota Malang Amsiyono mengatakan, bahwa jamaah haji pada tahun 2020 yang sudah siap berangkat untuk beribadah ke tanah suci sebanyak 962 orang jamaah haji. 

"Jamaah haji Kota Malang ada 962 orang itu yang siap berangkat. Memang kemarin ada pengumuman. Kita tahun 2020 kan sudah nggak berangkat, akhirnya kita schedule ulang. Bahwa tanggal 15 Juni 2021 jamaah haji kloter pertama sudah masuk asrama haji," ungkapnya kepada MalangTIMES.com. 

Lanjut Amsiyono, meskipun sudah terdapat pengumuman bahwa pada tanggal 15 Juni 2021 mulai memasuki asrama haji, namun hingga sampai saat ini masih belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat terkait pengumuman tersebut. 

"Tapi ternyata sampai sekarang pemerintah belum mengumumkan, akhirnya ya belum jelas. Jamaah haji di tahun 2020 di geser ke tahun 2021," ujarnya. 

Diungkapkan Amsiyono bahwa sebetulnya sebanyak 962 jamaah haji asal Kota Malang sudah siap. Baik untuk kelengkapan administrasi maupun kelengkapan pendukung lainnya. Namun semuanya tergantung dari keputusan Pemerintah Arab Saudi

"Jadi calon jamaah haji Kota Malang sebenarnya sudah siap berangkat semuanya. Secara administrasi juga sudah menyelesaikan semuanya. Cuma sekarang belum bisa menentukan berangkatnya. Karena semua tergantung Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Saudi Arabia. Kalau itu nanti ada pengumuman berangkat, ya kita langsung berangkat. Karena kita sudah siap secara administrasi," terangnya. 

Lebih lanjut kata Amsiyono, hampir setiap hari calon jamaah haji maupun dari keluarganya selalu menanyakan kapan keberangkatan jamaah haji menuju tanah suci Makkah. Ia mengibaratkan keresahan jamaah haji sudah mencapai level dewa. Karena rata-rata sejak tahun 2011 jamaah haji sudah mengumpulkan uang, mendaftar dan pada perhitungannya tahun 2020 seharusnya sudah mulai berangkat haji. 

"Harapan kami semua memang ingin berangkat. Tapi dengan catatan kalau sudah aman semua. Karena bagaimana pun pandemi Covid-19 ini tidak bisa dipungkiri kalau kita maksa berangkat, karena prosesnya kan sangat panjang," ujarnya. 

Dia menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi memberikan persyaratan harus ada tiga kali swab. Hal itu juga dikhawatirkan akan membuat ibadah tidak sempurna. Selain itu, para calon jamaah juga harus melakukan karantina hingga tiga kali.

"Fokus ibadahnya terganggu, kan nggak enak itu," imbuhnya. 

Maka dari itu, lanjutnya, jika nantinya jadi berangkat, pihaknya berharap agar tidak terjadi permasalahan. Utamanya dalam hal pengecekan kesehatan ditengah pandemi Covid-19. "Kami berharap dari Kemenag Kota Malang artinya nggak ada masalah, Covid ini sudah bisa tertanggulangi dengan baik. Akhirnya kita sempurna berjamaah dan beribadah di sana," tuturnya. 

Sementara iti, Amsiyono juga menyampaikan jika terdapat pengumuman keberangkatan haji yang akan didahulukan mengacu pada posisi kursi dan umur jamaah tersebut. 

"Insya Allah yang didahulukan kursi dan umur juga. Kursi kalau sudah paling di atas itu kemudian seleksi umur juga diberangkatkan. Batasan malah 60 tahun, karena Covid itu. Jadi paling tua 60, kalau lebih 60 berarti digeser sama dibawahnya kursinya," pungkasnya.

Topik
Calon Jamaah HajiKota MalangPemerintah Arab Saudikuliner khas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru