UPT PPU Bakal Punya Museum Mini, Ada Koleksi Kursi Belanda yang Usianya 91 Tahun

May 15, 2021 23:38
Kepala UPT PPU DLH Kota Malang, Taqruni Akbar yang duduk di atas kursi Belanada yang sudah berumur puluhan tahun (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kepala UPT PPU DLH Kota Malang, Taqruni Akbar yang duduk di atas kursi Belanada yang sudah berumur puluhan tahun (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gebrakan cemerlang terus muncul dari Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pemakaman Umum (UPT PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Tak lama lagi, UPT PPU bakal mempunyai museum mini yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun Nasrani.

Kepala UPT PPU DLH Kota Malang, Taqruni Akbar menjelaskan, jika museum nantinya akan berada di sebelah kantor UPT PPU. Ruang yang dulunya kumuh dan digunakan sebagai gudang, saat ini telah dirombak dan ditata dengan sedemikian rupa menjadi sebuah museum mini. 

"Saat ini masih terus berproses, masih terus kita lengkapi koleksinya supaya semakin banyak," jelasnya beberapa waktu lalu.

Dalam museum nantinya, tersedia banyak koleksi benda-benda antik dan kuno maupun benda-benda terkait perkembangan peradaban pemakaman Sukun Nasrani. Selain itu, pada museum nantinya juga didesain instgramable agar para pengunjung yang nantinya datang bisa berswafoto atau mengabadikan momen ketika mereka berkunjung ke museum ini.

"Termasuk juga nanti ada cerita sejarah, dan foto-foto para tokoh yang dimakamkan di sini," bebernya.

Selain koleksi benda-benda kuno kolonial maupun koleksi kuno khas Jawa, dalam museum juga terdapat sebuah kursi asli buatan zaman Belanda yang kini usianya diprediksi mencapai 91 tahun. Kursi tersebut merupakan kursi berangka besi dengan tatanan kayu sebagai alas duduk. Meskipun telah terlihat berkarat, namun kursi tersebut masih kokoh ketika diduduki

"Prediksi sudah sejak tahun 1930. Desain kursinya juga cukup tinggi, pas dengan orang-orang Belanda yang besar dan tinggi," jelasnya.

Kursi kuno yang kini diletakkan dalam museum mini tersebut, dijelaskan Taqruni jika sejatinya terdapat dua buah kursi. Akan tetapi, satu kursi kini tidak diketahui keberadaannya. Kursi yang kini terpajang di museum mini tersebut dahulunya ditemukan tergeletak di dalam garasi mobil ambulan. 

"Memang mestinya ada dua. Namun karena satu kursi tidak ditemukan, makanya hanya satu kursi yang dipajang," pungkasnya.

Topik
museum makam sukunfantasi seks

Berita Lainnya

Berita

Terbaru