Masuk Musim Kemarau, Petani Kota Batu Berjuang Melawan Wereng dan Busuk Akar

May 11, 2021 08:00
Petani saat melakukan perawatan pada sayur seledri di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petani saat melakukan perawatan pada sayur seledri di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Hama cabuk, wereng hingga pembusukan pada akar mulai menyerang pertanian di Kota Batu. Lantaran faktor cuaca yang memasuki musim kemarau. Kondisi ini dikeluhkan oleh para petani. Seperti halnya yang dirasakan Ananta Maulana, petani di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

“Saat ini pertanian mulai terkendala cabuk/wereng, pembusukan pada akar. Kalau pembusukan pada akar ini karena setelah hujan terkena cuaca panas,” ungkap Ananta Maulana kepada BatuTIMES.

Untuk menghindari hama dan penyakit tersebut, tentunya para petani harus bekerja cukup ekstra agar tanamannya bisa tumbuh dengan baik hingga masa panen. Yakni dengan melakukan pencegahan melalui pengobatan.

Pengobatan yang dilakukan dengan penyemprotan dilakukan sebanyak empat kali dalam kurun waktu satu Minggu. Padahal saat musim hujan hanya perlu dilakukan satu kali dalam satu Minggu. “Musim seperti ini harus kerja ekstra, pengobatan juga ekstra. Jadi perlu tambah biaya,” imbuhnya.

Dengan membengkaknya biaya pengobatan, membuat petani merugi lantaran harga sayur yang tak menentu. “Kalau sudah begini sering petani rugi, kondisi sayur tidak standart kayak dulu harganya,” jelas pria 34 tahun ini. Selain itu faktor banyaknya pesaing berasal dari luar daerah, membuat persaingan harga. 

Lantaran cuaca dan terserang hama, hasil panen pun berkurang. Untuk luas lahan 250 meter persegi dengan masa tanam 75 hari hanya mendapatkan 1,5 ton. “Untuk lahan 250 meter persegi menanan daun prei kalau hasil tanam bagus bisa sampai 2 sampai 3 ton terangnya. Hal yang sama juga menimpa pertanian milih, petani Kelurahan Temas Kecamatan Riyanto, hama dan penyakit sama menimpa tanamannya. 

“Saat ini tantangannya memang cabuk, busuk akar itu saat musim kemarau, Karena itu harus bekerja ekstra untuk menghindari gagal panen," ungkapnya.

Topik
Berita BatuPetani Kota BatuMusim Kemarau

Berita Lainnya

Berita

Terbaru