TIngkatkan Pelayanan Kesehatan, Ini yang Dilakukan BP Madinah Ngantang

May 11, 2021 07:00
Dokter BP Islam Madinah Ngantang dr Taufiqurrohman saat ditemui beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa) 
Dokter BP Islam Madinah Ngantang dr Taufiqurrohman saat ditemui beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES- Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BP Islam Madinah Ngantang Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada seluruh pasien. Termasuk pasien yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dokter dari BP Islam Madinah dr Taufiqurrohman menuturkan bahwa segala macam upaya juga telah dilakukam agar masyarakat di sekitar Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang puas dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas di BP Islam Madinah Ngantang. 

"Kita dokter umumnya ada dua, dokter giginya satu. Jam praktik untuk pagi jam 8 pagi sampai jam 12, sedangkan sore jam 4 sampai jam 20.00. Hari liburnya pas hari raya idul fitri dua hari. Idul adha satu hari. Itupun kalau teman-teman mau masuk ya masuk," ungkapnya. 

Dokter yang akrab disapa Taufiq ini menuturkan bahwa untuk pelayanan di BP Islam Madinah Ngantang tidak pernah membeda-bedakan pasien umum maupun pasien peserta JKN-KIS. 

Lanjut Taufiq bahwa pihaknya terus bertekad agar pelayanan di BP Islam Madinah Ngantang dapat terus meningkat. Apalagi kata Taufiq di tahun 2022 nanti akan ada akreditasi terkait standar pelayanan mulai dari fasilitas sarana prasarana hingga SDM (Sumber Daya Manusia) nya. 

"Apalagi Ngantang, kalau saya sendiri menilai jadi ke depan khususnya untuk pengobatan tingkat pertama itu hampir semua tertuju ke BPJS. Di sini ada 4 FKTP di Ngantang, ya otomatis kita harus berlomba-lomba sebaiknya untuk memberikan pelayanan," jelasnya. 

Karena dikatakan Taufiq untuk saat ini pasien bebas untuk pindah tempat fasilitas kesehatan. Maka dari itu bagaimana BP Islam Madinah terus bisa memberikan pelayanan prima semaksimal mungkin.  

Namun dengan semangat ingin memberikan pelayanan terbaik, segala macam upaya pun dilakukan oleh BP Islam Madinah Ngantang. Salah satunya dengan memperkenalkan aplikasi Mobile JKN untuk peserta JKN-KIS yang berobat ke faskesnya. Aplikasi tersebut dapat mempermudah pasien untuk mengambil nomor antrean dari rumah. Selain itu juga ada program pengajian majelis taklim yang didalamnya terdapat penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan yang rutin diselenggarakan. 

"Memang dari dulu di Yayasan kami punya program untuk pengajian atau majelis taklim. Anggotanya banyak mungkin di atas 1000 itu terjadi sejak dulu. Jadi di program pengajian ini memang yang menarik adanya program  pemeriksaan kesehatan, yang kedua ada senam. Yang terakhir ada penyuluhan kesehatan. Ini bedanya dengan yang lain," terangnya. 

Lanjut Taufiq, untuk teknisnya sendiri setiap jemaah yang hadir akan langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan meliputi cek tensi, periksa nadi, periksa berat badan, periksa tinggi badan, lalu juga ada senam seperti senam darah tinggi dan senam diabet. 

Pada saat pemberian penyuluhan kesehatan, Taufiq juga memiliki tekad untuk mensukseskan program dari pemerintah pusat, utamanya dalam bidang pemberian fasilitas kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

"Karena kita berusaha kedepan ini memiliki pemahaman tentang suksesi program pemerintah terutama nawa citanya Pak Jokowi. Itu beliau kan punya target, sejak tahun 2019 harus 100 persen menjadi peserta JKN-KIS. Kita berusaha mengikuti pemerintah. Supaya program itu bisa selesai," tuturnya. 

"Semisal ada yang nggak punya BPJS, kita kenalkan Mobile JKN bisa daftar lewat aplikasi tersebut. Kalau ada pasien nggak mampu kemudian tidak punya BPJS itu mereka juga dibantu Sampai ke dinas sosial segala macam akhirnya itu berhasil. Insya allaah pelayanan prima banget," tandasnya.

Topik
Berita Malangtaufiqurrohmansuguhan lebaran

Berita Lainnya

Berita

Terbaru