Kue Lebaran Karya Warga Lapas Perempuan Malang Banjir Order, Digemari Pegawai dan Masyarakat Umum

May 11, 2021 15:30
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati saat menunjukkan produk kue lebaran hasil kreativitas warga binaan pemasyarakatan. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati saat menunjukkan produk kue lebaran hasil kreativitas warga binaan pemasyarakatan. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Warga penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak mau ketinggalan menyambut gembira datangnya Idul Fitri 1442 Hijriah. Khususnya bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Malang

Pasalnya, pada setiap momentum Hari Raya Idul Fitri ini, pesanan kue lebaran olahan tangan-tangan kreatif para WBP selalu banjir pesanan. Order berdatangan baik itu dari kalangan pegawai lapas hingga masyarakat umum. 

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati mengatakan bahwa para WBP telah diberikan bekal pelatihan membuat kue yang biasanya mendatangkan chef atau dari tenaga profesional lainnya untuk memberikan pelatihan kepada para WBP. 

Lanjut perempuan yang akrab disapa Anna ini bahwa dari olahan tangan kreatif para WBP di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, sajian kue lebaran mulai dari nastar, kastengel, cheese cookies, hingga kue kacang tersaji dalam deretan menu kue lebaran yang di produksi oleh para WBP. 

"Tahun ini kue kacang yang dijual paling murah. Kalau satu toples yang 300 gram itu Rp 35 ribu. Yang paling mahal nastar, kastengel, cheese cookies tapi jarang orang pesan. Yang laris itu dan agak mahal sedikit itu nastar sama kastengel. Nastar itu per ons 100 gram itu Rp 20 ribu. Karena bahannya yang mahal juga," jelasnya. 

Anna menuturkan bahwa pihaknya melayani pesanan paket satuan maupun paket parsel hampers yang berisikan beberapa produk kue lebaran. Jadi kata Anna bahwa pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Malang melayani sesuai dengan pesanan saja. 

"Kita itu paket sesuai dengan pesanan. Katakanlah  ada yang pesan dari Kediri itu mintanya nastar, kastengel, sagu keju mintanya itu. Ada lagi yang pesan misalnya choco chips, kue kacang, jadi kita proses sesuai dengan pesanan mereka. Pesanan sudah banyak sekitar 20-an," bebernya. 

"Di sini kan beroperasinya cuma dari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 15.00 WIB selama bulan puasa. Hari Senin sampai dengan Jumat. Makanya kalau banyak-banyak takutnya kita nggak mampu," imbuhnya. 

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati (sebelah kiri berdiri) saat meninjau WBP yang sedang membuat kue lebaran.

Untuk pemasarannya sendiri disampaikan Anna bahwa pihaknya masih menggunakan sistem penyaluran informasi dari mulut ke mulut serta menggunakan akun media sosial instagram yakni @lpp_malang. 

"Untuk pemasaran kita sementara ini untuk kalangan sendiri ya. Jadi dari mulut ke mulut yang sudah pernah merasakan. Atau misalnya saya ada tamu merasakan enak, pesan dong, akhirnya pesan. Tapi kita di instagram ada @lpp_malang," ujarnya. 

Meskipun hanya mengandalkan promosi melalui mulut ke mulut, terbukti pemesan dan penikmat dari produk kue lebaran yang diberikan merek D'Lapang ini mulai dari pegawai lapas di sekitaran Malang Raya hingga masyarakat umum yang menjangkau sampai Jakarta. 

"Kita berharap produknya anak-anak kami bisa diterima masyarakat luar. Paling jauh dipesan sampai ke Jakarta. Itu keluarga. Karena kan udah pernah makan, enak, pesan lagi. Kemarin itu tiga paket," tuturnya. 

Ternyata, para WBP di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang dalam melakukan proses pembuatan kue lebaran mendapatkan keuntungan dari setiap produk yang dihasilkan. "Teman-teman kerja disini itu juga dapat premi. Jadi semain banyak kita menjual, buat premi teman-teman, langsung masuk ke tabungan. Bisa digunakan untuk membeli barang maupun mengirimkan untuk keluarga," terangnya. 

Sementara itu, target kedepan Anna mengatakan bahwa pihaknya berkeinginan untuk mengembangkan bisnis produk D'Lapang agar dapat menjangkau masuk ke hotel-hotel yang ada di Kota Malang. 

"Sebenarnya kita bukan hanya parsel ya. Kita kemarin sudah ada kerjasama dengan pihak hotel, Persatuan Hotel di Malang ini untuk bisa memasukkan kue-kue bikinan dari LPP. Sedang ditindaklanjuti, baru kemarin kita ketemuan," tandasnya.

Topik
Berita Malanglapas perempuan malangkue lebarantri anna aryati

Berita Lainnya

Berita

Terbaru